Sejong Culture Academy 2026: Menjelajahi Kelezatan K-Food di KSI Bandung 2

Bagaimana rasanya mengenal budaya Korea Selatan melalui semangkuk makanan hangat yang kaya rasa? Pertanyaan tersebut terjawab dalam Sejong Culture Academy (SCA) 2026: K-Food yang diselenggarakan oleh King Sejong Institute (KSI) Bandung 2 pada 12–14 Agustus 2026.

Bertempat di Lab Kitchen & Resto, Gedung Fakultas Ilmu Terapan, Telkom University, acara ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk tidak hanya belajar bahasa dan budaya Korea, tetapi juga mengenal kekayaan kuliner Negeri Ginseng secara lebih dekat.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ibu Rika Yuliant M.I.Kom., Kepala Bagian Pusat Bahasa Telkom University, serta Ibu Min Kyong Ae sebagai instruktur acara K-Food yang didatangkan langsung dari Korea Selatan. Sambutan tersebut sekaligus menjadi pembuka rangkaian kegiatan yang mengajak peserta untuk mengenal Korea Selatan melalui pengalaman kuliner yang interaktif dan menyenangkan.
Sambutan dari Ibu Rika Yuliant (kiri) dan Ibu Min Kyong Ae (kanan)
Sambutan dari Ibu Rika Yuliant (kiri) dan Ibu Min Kyong Ae (kanan)
Sebelum mulai memasak, peserta terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai budaya dan adat istiadat makan di Korea Selatan. Mulai dari tata cara makan, kebiasaan menggunakan alat makan, hingga berbagai jenis makanan khas Korea diperkenalkan kepada peserta.

Bagi masyarakat Korea, kegiatan makan bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari namun berkaitan juga dengan tradisi, musim, keluarga, dan kehidupan sosial. Karena itu, memahami K-Food juga berarti memahami sebagian dari kehidupan dan budaya masyarakat Korea.
Ibu Min Kyong Ae saat menjelaskan materi
Ibu Min Kyong Ae saat menjelaskan materi
Salah satu hal menarik dari SCA 2026 adalah makanan yang akan dibuat tidak dipilih secara sembarangan. Peserta diajak mengenal makanan khas musim panas Korea, yaitu Samgyetang, Oigapjanggwa, dan Omija Hwachae.

Hidangan pertama adalah samgyetang (삼계탕), yaitu sup ayam ginseng yang sangat populer di Korea. Samgyetang biasanya disantap pada hari-hari musim panas tertentu yang disebut Sambok (삼복).
 
Menariknya, masyarakat Korea memiliki konsep “melawan panas dengan panas” atau iyeolchiyeol (이열치열). Karena itulah, makanan hangat dan bergizi seperti samgyetang justru banyak dikonsumsi ketika cuaca sedang panas. Peserta pun berkesempatan untuk mengenal filosofi tersebut sekaligus mempraktikkan proses pembuatannya.
 
Hidangan berikutnya adalah oigapjanggwa (오이갑장과), salah satu sajian berbahan dasar mentimun yang diolah dengan teknik tumis dengan bumbu khas Korea. Hidangan ini memperkenalkan peserta pada keberagaman Banchan atau lauk pendamping dalam makanan Korea.

Sebagai pelengkap, peserta juga membuat Omija Hwachae (오미자화채), minuman tradisional Korea berbahan dasar Omija dengan tambahan berbagai buah. Dengan rasa yang unik dan menyegarkan, Omija Hwachae sangat cocok dinikmati pada musim panas.
 
Samgyetang, Oigapjanggwa, dan Omija Hwachae
Samgyetang, Oigapjanggwa, dan Omija Hwachae
Tidak hanya berisi materi dan demonstrasi memasak, SCA 2026 juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengolah makanan Korea dari awal hingga siap disantap. Suasana kegiatan pun menjadi semakin menarik karena peserta dapat bekerja sama, mencoba teknik memasak yang baru, sekaligus berinteraksi dengan peserta lainnya.

Setelah mencoba memasak berbagai makanan khas Korea, para peserta terlihat senang dan cukup antusias mengikuti acara ini. Di akhir sesi, para peserta juga berkesempatan membawa pulang hidangan yang telah mereka buat sendiri.
Para peserta sedang memasak
Para peserta sedang memasak
Selama tiga hari pelaksanaan, Sejong Culture Academy 2026: K-Food menjadi ruang untuk mempertemukan pembelajaran bahasa, budaya, dan kuliner Korea dalam satu pengalaman yang menyenangkan.
Para peserta dengan hasil masakannya
Para peserta dengan hasil masakannya
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa belajar budaya Korea tidak harus selalu dilakukan melalui buku atau kelas. Dari dapur pun, kita bisa mengenal sebuah negara. Dari cara menyiapkan makanan, tata cara makan, hingga cerita di balik setiap hidangan, ada nilai-nilai budaya yang dapat dipelajari.

Melalui SCA 2026, KSI Bandung 2 berharap semakin banyak peserta yang tidak hanya tertarik dengan K-Food, tetapi juga semakin mengenal dan menghargai budaya Korea Selatan secara lebih luas.

“Acaranya sangat seru dan terasa semuanya dipersiapkan dengan sangat baik dari awal sampai akhir. Memasak bersama teman-teman dan juga mencoba semua masakan untuk yang pertama kali memberikan pengalaman yang tak terlupakan 🫶🏻,” Ucap Aliyya, peserta SCA 2026: K-Food.

“Kelasnya seru banget dan dikemas secara menarik untuk sesi 3 jam, sensasi berapi-apinya di dapur berasa lagi di m*sterchef. Makanannya juga enak dan berakhir bisa dinikmati buat satu keluarga di rumah, sangat rekomen bintang 5 ⭐⭐⭐⭐⭐,” Ucap Kalila, peserta SCA 2026: K-Food.

Nantikan Sejong Culture Academy 2027 di KSI Bandung 2!
Ingin ikut acara budaya selanjutnya? Pantau terus informasi terbaru mengenai acara budaya di akun Instagram kami @ksi.bandung2 dan jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman seru tentang budaya Korea!

Yuk, daftar kelas bahasa Korea di KSI Bandung 2 dan pelajari bahasa serta budayanya lebih dalam lagi bersama pengajar lokal dan penutur asing asli Korea!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan Informasi Terbaru!
Dapatkan informasi terkini seputar layanan, jadwal, program, dan pengumuman penting langsung dari LaC!