Saat ini, penyelenggaraan TelUVEE® hanya melayani permohonan kolektif dari instansi atau organisasi. Untuk informasi lebih lanjut maupun pengajuan penyelenggaraan TelUVEE®, silakan menghubungi kami melalui email.
Pastikan Anda sudah membaca panduan tes TOEFL ITP di bawah ini. Apabila sudah silakan lanjutkan untuk daftar tes dengan menekan tombol “Lanjut Daftar”.
Pelaksanaan tes ECCT® disesuaikan dengan kategori peserta. Civitas Telkom University Kampus Bandung, Mahasiswa Program PJJ, S2, S3 Telkom University Kampus Bandung, serta peserta Non Civitas dapat memilih pelaksanaan tes secara onsite atau online, sedangkan Civitas Kampus Jakarta, Surabaya, dan Purwokerto dapat mengikuti tes secara online.
Pelaksanaan tes EPrT® disesuaikan dengan kategori peserta. Civitas Telkom University Kampus Bandung wajib mengikuti tes secara onsite di Telkom University Language Center (LaC), sedangkan Civitas Kampus Jakarta, Surabaya, dan Purwokerto dapat mengikuti tes secara online. Mahasiswa Program PJJ, S2, S3 Telkom University Kampus Bandung, serta peserta Non Civitas dapat memilih pelaksanaan tes secara onsite atau online.
Bagi Civitas Tel-U, silakan gunakan akun SSO untuk melakukan pendaftaran melalui iGracias. Sedangkan bagi Non Civitas/Alumni, silakan mengajukan pembuatan akun terlebih dahulu sebelum melakukan pendaftaran.
LaC Perkuat Layanan Inklusif melalui Pelatihan Pengawasan EPrT® Braille
Telkom University Language Center (LaC) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan bahasa yang inklusif melalui pengembangan English Proficiency Test (EPrT®) with Accommodation bagi peserta berkebutuhan khusus. Sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan pelaksanaan EPrT® Braille bagi penyandang disabilitas tunanetra, LaC menyelenggarakan Pelatihan Pengawasan Tes EPrT® Braille pada 15–16 Juli 2026 di LaC.
Pelatihan Pengawasan EPrT® Braille
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya LaC untuk memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang setara dalam mengikuti pengukuran kemampuan bahasa Inggris. Selain mempersiapkan aspek teknis pelaksanaan tes, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai layanan disabilitas, etika pendampingan, serta kompetensi pengawas dalam menciptakan pengalaman tes yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan peserta tunanetra.
Selama dua hari pelaksanaan, para instruktur dan calon pengawas memperoleh pembekalan yang mencakup konsep dasar layanan disabilitas, teknik asistensi mobilitas bagi penyandang tunanetra, prosedur pengawasan EPrT® Braille, hingga simulasi pendampingan secara langsung. Simulasi tersebut dirancang agar peserta pelatihan mampu memahami kondisi nyata yang akan dihadapi selama proses pelaksanaan tes.
Rangkaian kegiatan pelatihan meliputi:
Hari Pertama – Rabu, 15 Juli 2026
Hari pertama pelatihan difokuskan pada pembekalan teori, pemahaman dasar, serta penguatan kompetensi calon pengawas dalam memberikan layanan kepada peserta penyandang disabilitas tunanetra.
Pelatihan Pengawasan EPrT® Braille Hari Pertama
Pelatihan Konsep Dasar Layanan Disabilitas Sesi ini memberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip layanan pendidikan yang inklusif, dan karakteristik penyandang disabilitas, terutama tunanetra. Pelatihan ini juga memberikan awareness tentang pentingnya menciptakan lingkungan asesmen yang ramah dan setara. Peserta juga mempelajari etika berinteraksi, komunikasi yang tepat, serta peran pengawas dalam menjaga kenyamanan dan kemandirian dalam memberikan layanan kepada penyandang disabilitas.
Pelatihan Asistensi Mobilitas Tunanetra Pada sesi ini, peserta dibekali teknik dasar dalam memberikan pendampingan mobilitas kepada penyandang tunanetra. Materi meliputi cara menjadi pendamping, teknik memandu peserta saat memasuki ruang tes, mengenalkan tata letak ruangan, membantu navigasi secara aman, hingga penanganan situasi tertentu yang mungkin terjadi selama proses pelaksanaan tes.
Pelatihan Pengawasan EPrT® Braille Sesi terakhir pada hari pertama membahas secara khusus prosedur operasional pelaksanaan EPrT® Braille. Peserta pelatihan mempelajari alur pelaksanaan tes termasuk tugas dan tanggung jawab sebagai pengawas, yang meliputi: mekanisme penyampaian instruksi kepada peserta tunanetra, prosedur penggunaan naskah Braille, serta standar pelayanan yang harus dipenuhi agar pelaksanaan tes berlangsung sesuai dengan ketentuan dan tetap menjaga integritas asesmen.
Hari Kedua – Kamis, 16 Juli 2026
Pelatihan Pengawasan EPrT® Braille Hari Kedua
Simulasi Pendampingan EPrT® Braille Sesi 1 dan 2 Pada kegiatan ini, Pusat Bahasa mengundang enam orang pengguna Braille aktif untuk menjadi peserta tes EPrT®.
Hal ini bertujuan agar para pengawas tes bisa mempraktikkan proses pendampingan mulai dari penyambutan peserta tes, pemberian orientasi ruang ujian, pendampingan menuju tempat duduk, penyampaian instruksi pelaksanaan tes, hingga memastikan peserta memahami seluruh prosedur sebelum tes dimulai.
Simulasi ini juga bertujuan membangun kepercayaan diri pengawas dalam memberikan layanan yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan peserta. Kondisi ini menggambarkan keseluruhan proses pelaksanaan EPrT® Braille, termasuk penanganan berbagai kondisi yang mungkin terjadi selama ujian.
Pengawas mempraktikkan prosedur pengawasan sesuai standar operasional, koordinasi antar pengawas, serta evaluasi terhadap teknik pendampingan yang telah dilakukan. Di akhir sesi, instruktur dan peserta tes memberikan umpan balik dan rekomendasi untuk pelaksanaan seluruh rangkaian EPrT® Braille.
Pelatihan Pengawasan EPrT® Braille Hari Kedua
Dengan rangkaian pembekalan teori dan praktik tersebut, pelatihan ini diharapkan mampu menghasilkan pengawas EPrT® Braille yang tidak hanya memahami prosedur teknis pelaksanaan tes, tetapi juga memiliki sensitivitas, keterampilan komunikasi, dan kompetensi dalam memberikan layanan yang inklusif, profesional, serta berpusat pada kebutuhan peserta penyandang disabilitas tunanetra.
Pengembangan layanan EPrT® Braille merupakan salah satu bentuk nyata komitmen LaC untuk memberikan layanan tes kepada penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus. Pelatihan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan LaC dalam memberikan layanan yang profesional kepada seluruh peserta tanpa terkecuali. Kompetensi pengawas tidak hanya diukur dari pemahaman terhadap prosedur pelaksanaan tes, tetapi juga dari kemampuan berkomunikasi, memberikan pendampingan yang tepat, serta memahami kebutuhan peserta penyandang disabilitas.
Ke depan, Pusat Bahasa Universitas Telkom akan terus mengembangkan berbagai inovasi layanan EPrT® with Accommodation sebagai bagian dari upaya mendukung akses pendidikan yang inklusif. Dengan hadirnya layanan EPrT® Braille, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas tunanetra yang dapat mengakses layanan pengukuran kemampuan bahasa Inggris secara adil, setara, dan berkualitas, sejalan dengan semangat Universitas Telkom dalam mewujudkan pendidikan yang dapat diakses oleh semua.