Lulus SMK Langsung Kerja? Ini Skor Minimal TOEIC untuk Masuk Perusahaan Jepang dan Korea

Lulus SMK Langsung Kerja? Ini Skor Minimal TOEIC untuk Masuk Perusahaan Jepang dan Korea

Lulus SMK dan langsung terjun ke dunia kerja adalah impian banyak siswa, tapi tahukah kamu bahwa skor minimal TOEIC untuk kerja di perusahaan Jepang dan Korea ternyata menjadi salah satu syarat yang paling sering diabaikan oleh para pelamar muda? Padahal, perusahaan-perusahaan dari kedua negara ini termasuk yang paling banyak beroperasi di Indonesia, mulai dari sektor manufaktur, otomotif, elektronik, hingga retail dan perbankan. Artinya, peluang kerjanya sangat besar, tapi persyaratannya juga tidak bisa dianggap remeh, termasuk soal kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan lewat sertifikat TOEIC.

Mungkin kamu bertanya, kenapa harus TOEIC? Kenapa bukan tes bahasa Inggris lain? Nah, ini menarik. TOEIC atau Test of English for International Communication memang dirancang khusus untuk konteks profesional dan dunia kerja, berbeda dengan TOEFL atau IELTS yang lebih berorientasi pada keperluan akademis. Itulah kenapa perusahaan multinasional, termasuk yang berasal dari Jepang dan Korea, sangat familiar dengan TOEIC dan menjadikannya sebagai tolok ukur kemampuan bahasa Inggris calon karyawan mereka.

Di artikel ini, kita akan bahas secara lengkap berapa skor TOEIC yang biasanya dibutuhkan untuk melamar kerja di perusahaan Jepang dan Korea, apa bedanya tuntutan dari kedua jenis perusahaan tersebut, dan bagaimana cara terbaik untuk mempersiapkan diri agar skormu memenuhi standar yang mereka tetapkan. Kalau kamu serius ingin langsung kerja setelah lulus SMK, artikel ini wajib kamu baca sampai habis!

Mengenal TOEIC: Tes Bahasa Inggris Khusus Dunia Kerja

Sebelum masuk ke angka-angkanya, penting untuk memahami dulu apa itu TOEIC dan kenapa tes ini relevan sekali untuk keperluan melamar kerja. TOEIC adalah tes bahasa Inggris yang dikembangkan oleh ETS (Educational Testing Service), lembaga yang sama yang mengelola TOEFL. Bedanya, TOEIC secara khusus dirancang untuk mengukur kemampuan seseorang berkomunikasi dalam bahasa Inggris di lingkungan kerja internasional.

TOEIC Listening & Reading adalah format yang paling umum digunakan, dengan rentang skor 10 hingga 990. Tes ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu Listening dengan 100 soal dan Reading dengan 100 soal, sehingga total ada 200 soal yang harus dikerjakan dalam waktu sekitar dua jam. Konteks soal-soalnya sangat dekat dengan situasi kerja nyata, seperti percakapan di kantor, email bisnis, iklan lowongan kerja, laporan rapat, hingga instruksi kerja.

Inilah yang membuat TOEIC sangat relevan bagi lulusan SMK yang ingin langsung bekerja. Kemampuan yang diukur oleh TOEIC memang benar-benar mencerminkan situasi yang akan kamu hadapi di tempat kerja, bukan di ruang kuliah atau saat mengajukan visa.
Ilustrasi lulusan SMK berseragam memegang sertifikat TOEIC di depan gedung perusahaan Jepang dengan logo korporat

Mengapa Perusahaan Jepang dan Korea Sangat Memperhatikan Skor TOEIC?

Perusahaan-perusahaan dari Jepang dan Korea memiliki sejarah panjang dalam penggunaan TOEIC sebagai standar kemampuan bahasa Inggris karyawan mereka. Di Jepang, TOEIC bahkan sudah menjadi bagian dari budaya korporat sejak lama. Banyak perusahaan Jepang besar seperti Toyota, Honda, Sony, Panasonic, dan Mitsubishi menjadikan skor TOEIC sebagai salah satu syarat rekrutmen dan juga sebagai penentu kenaikan jabatan karyawan.

Di Korea Selatan, kondisinya tidak jauh berbeda. Perusahaan-perusahaan konglomerat besar Korea yang dikenal dengan sebutan chaebol, seperti Samsung, LG, Hyundai, dan Lotte, sudah lama mengintegrasikan TOEIC ke dalam sistem rekrutmen dan evaluasi karyawan mereka. Bahkan di Korea, ada laporan yang menunjukkan bahwa para pencari kerja mengikuti tes TOEIC berkali-kali hanya demi mendapatkan skor yang cukup tinggi untuk memenuhi syarat dari perusahaan impian mereka.

Bagi perusahaan-perusahaan ini, skor TOEIC bukan sekadar formalitas. Mereka beroperasi dalam lingkungan bisnis internasional yang mengharuskan karyawannya berkomunikasi dengan kolega, klien, dan mitra dari berbagai negara. Kemampuan bahasa Inggris yang baik bukan pilihan, melainkan kebutuhan operasional yang nyata.

Skor Minimal TOEIC untuk Perusahaan Jepang

Untuk perusahaan-perusahaan asal Jepang yang beroperasi di Indonesia maupun kalau kamu ingin bekerja langsung di Jepang, berikut adalah gambaran umum standar skor TOEIC yang biasanya diterapkan:

Posisi entry level atau staf umum: Skor TOEIC minimal yang sering diminta berkisar antara 400 hingga 500. Ini adalah level yang menunjukkan kamu sudah bisa memahami instruksi kerja dasar dalam bahasa Inggris dan berkomunikasi dalam situasi sederhana di lingkungan kerja.

Posisi yang membutuhkan komunikasi reguler: Untuk posisi yang mengharuskan kamu sering berinteraksi dengan pihak asing, seperti staf administrasi internasional, staf purchasing, atau posisi di divisi ekspor impor, skor yang diminta biasanya naik ke kisaran 500 hingga 600.

Posisi supervisor atau yang berhubungan langsung dengan klien asing: Di level ini, perusahaan Jepang umumnya meminta skor TOEIC minimal 600 hingga 730, karena kemampuan komunikasi yang lebih kompleks dan profesional sangat dibutuhkan.

Posisi manajerial atau bekerja langsung di Jepang: Untuk posisi yang lebih senior atau kalau kamu bermimpi ditempatkan di kantor pusat di Jepang, skor 730 ke atas, bahkan 800 ke atas, menjadi standar yang umum diterapkan.

Sebagai referensi, beberapa perusahaan Jepang seperti yang tergabung dalam Japan External Trade Organization (JETRO) menyebutkan bahwa rata-rata skor TOEIC yang dijadikan patokan umum untuk staf baru yang akan terlibat dalam komunikasi bisnis internasional berada di kisaran 545 hingga 600.

Skor Minimal TOEIC untuk Perusahaan Korea

Perusahaan asal Korea Selatan, terutama yang masuk kategori chaebol atau anak perusahaannya yang beroperasi di Indonesia, juga memiliki standar TOEIC yang cukup jelas. Berikut gambarannya:

Posisi entry level: Skor minimal TOEIC yang biasanya diminta berkisar antara 500 hingga 600. Standar perusahaan Korea untuk level awal memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata, karena mereka sangat serius dalam hal kompetensi bahasa Inggris karyawan.

Posisi yang membutuhkan komunikasi aktif: Untuk divisi yang sering berinteraksi dengan tim Korea atau klien internasional, skor 600 hingga 700 menjadi standar yang umum.

Posisi profesional dan teknis: Di level ini, beberapa perusahaan Korea mensyaratkan skor 700 ke atas, terutama untuk posisi di bidang engineering, IT, atau keuangan yang sering berhubungan dengan dokumen atau presentasi berbahasa Inggris.
Sebagai konteks, perusahaan-perusahaan Korea besar seperti Samsung secara internal dikabarkan memiliki standar skor TOEIC tersendiri untuk berbagai jenjang karier, dengan skor 700 sering disebut sebagai ambang batas penting yang memisahkan kandidat kompetitif dari kandidat biasa.
Infografis perbandingan standar skor TOEIC minimal untuk perusahaan Jepang dan perusahaan Korea Selatan

Perbandingan Standar Skor TOEIC: Jepang vs Korea

Kalau dirangkum, ada beberapa perbedaan nuansa antara standar TOEIC perusahaan Jepang dan Korea yang perlu kamu ketahui:
Perusahaan Jepang umumnya lebih fleksibel di level entry untuk lulusan baru, dengan skor 400 hingga 500 masih bisa diterima untuk posisi tertentu, terutama di perusahaan manufaktur dengan komunikasi bahasa Inggris yang tidak terlalu intensif. Namun, perusahaan Jepang sangat menghargai peningkatan skor seiring waktu sebagai bagian dari pengembangan diri karyawan.

Perusahaan Korea cenderung menetapkan standar yang sedikit lebih tinggi sejak awal, dengan 500 hingga 600 sebagai entry point yang lebih umum. Ini mencerminkan budaya kerja Korea yang sangat kompetitif dan berorientasi pada prestasi tinggi sejak rekrutmen pertama.

Yang menjadi kesamaan dari keduanya adalah skor di atas 700 selalu menjadi nilai plus yang signifikan di mata perekrut dari kedua negara tersebut, apapun posisinya. Kalau kamu bisa membuktikan skor TOEIC di atas 700, kamu sudah langsung berada di kategori kandidat yang dipandang serius dan kompeten dalam hal kemampuan bahasa Inggris profesional.

Tips Meningkatkan Skor TOEIC untuk Lulusan SMK

Sekarang pertanyaannya, bagaimana caranya mencapai skor tersebut? Berikut tips konkret yang bisa langsung kamu terapkan:
Kenali format soalnya dengan baik. TOEIC punya pola soal yang sangat konsisten dari waktu ke waktu. Kalau kamu sudah hafal betul struktur soal di bagian Listening maupun Reading, kamu tidak akan membuang waktu berharga hanya untuk memahami instruksi soal saat tes berlangsung.

Latih listening setiap hari. Bagian Listening TOEIC mencakup foto, pertanyaan respons, percakapan pendek, dan ceramah singkat. Biasakan telingamu dengan aksen dan kecepatan bicara bahasa Inggris profesional dengan mendengarkan podcast bisnis, berita berbahasa Inggris, atau menonton video business English setiap hari minimal 30 menit.

Tingkatkan kosakata bisnis dan profesional. TOEIC dipenuhi dengan kosakata yang berkaitan dengan dunia kerja seperti invoice, deadline, procurement, quarterly report, dan sebagainya. Buat daftar kosakata bisnis dan pelajari secara rutin agar kamu tidak tersandung di bagian Reading.

Manajemen waktu adalah kunci. Banyak peserta TOEIC kehabisan waktu di bagian Reading karena terlalu lama di satu soal. Latih diri untuk tidak terlalu lama di satu soal, jika tidak yakin, tebak dan lanjutkan.
Simulasi tes secara berkala. Lakukan simulasi tes penuh dengan kondisi mirip tes asli, termasuk durasi waktu yang sama. Ini melatih stamina dan konsistensi konsentrasimu selama hampir dua jam tes berlangsung.
Siswa SMK sedang berlatih soal TOEIC dengan buku persiapan dan headphone di meja belajar

Kesimpulan

Skor TOEIC yang memadai bukan lagi sekadar nilai tambah di CV, tapi sudah menjadi tiket masuk yang nyata untuk bisa bersaing di perusahaan Jepang dan Korea. Dengan standar minimal yang berkisar antara 400 hingga 600 untuk posisi entry level dan 700 ke atas untuk posisi yang lebih kompetitif, kamu perlu mempersiapkan diri dengan serius dan terencana. Semakin tinggi skor yang bisa kamu raih, semakin besar peluang yang terbuka dan semakin kuat posisimu di hadapan perekrut perusahaan multinasional tersebut.

Kabar baiknya, skor TOEIC bukan sesuatu yang tidak bisa dilatih. Dengan strategi belajar yang tepat, latihan yang konsisten, dan bimbingan yang terstruktur, kamu sangat bisa mencapai target skor yang kamu butuhkan bahkan sebelum kelulusan SMK. Yang paling penting adalah memulai persiapan sejak dini, bukan menunggu sampai kamu sudah memegang ijazah di tangan.

Kalau kamu ingin mempersiapkan TOEIC dengan cara yang paling efektif dan terarah, bergabunglah dengan kursus TOEIC® Preparation di Telkom University Language Center (LaC)! Program ini tersedia dalam tiga level yang disesuaikan dengan kemampuan awalmu, dengan total 20 pertemuan per level dan fokus pada penguatan Listening serta Reading yang benar-benar relevan dengan format tes TOEIC. Kamu juga akan mendapatkan buku latihan resmi berjudul The Updated TOEIC Official Test-Preparation Guide Bilingual Edition yang sudah termasuk dalam biaya kursus. Daftarkan dirimu sekarang di https://lac.telkomuniversity.ac.id/kursus-bahasa/toeic-preparation/ dan mulai perjalananmu menuju karier impian di perusahaan internasional!

Eksplorasi konten lain dari Telkom University Language Center

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *