Kupas Tuntas TOEFL ITP: Beda dengan iBT & Wajib Dimiliki Pelajar

Kupas Tuntas TOEFL ITP: Beda dengan iBT & Wajib Dimiliki Pelajar

Pernah nggak kamu melihat tulisan “sertifikat TOEFL minimal 500” di persyaratan beasiswa atau penerimaan mahasiswa baru, lalu bingung TOEFL yang dimaksud itu jenis yang mana? Kamu tidak sendirian. Ini adalah salah satu pertanyaan paling sering muncul di kalangan pelajar Indonesia, terutama yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia perkuliahan. Dan jawabannya hampir selalu mengarah ke satu jenis tes yang sama, yaitu TOEFL ITP untuk siswa SMA dan mahasiswa di seluruh Indonesia yang ingin memenuhi berbagai persyaratan akademik dan administratif di dalam negeri. TOEFL ITP adalah tes bahasa Inggris yang paling umum digunakan untuk keperluan domestik, mulai dari syarat kelulusan kuliah, seleksi beasiswa, hingga rekrutmen kerja di BUMN.

Tapi masalahnya, banyak yang belum benar-benar paham apa itu TOEFL ITP, bagaimana formatnya, apa bedanya dengan TOEFL iBT yang juga sering disebut-sebut, dan kapan sebenarnya kamu butuh tes ini. Kesalahpahaman di sini bisa cukup merugikan, misalnya kamu sudah susah payah mempersiapkan diri untuk TOEFL iBT padahal yang diminta kampus impianmu adalah TOEFL ITP, atau sebaliknya. Keduanya sama-sama bernama “TOEFL” dan sama-sama produk dari ETS (Educational Testing Service), namun dirancang untuk tujuan yang sangat berbeda.

Artikel ini hadir untuk memberikan gambaran yang benar-benar lengkap dan jelas tentang TOEFL ITP, mulai dari definisi, format tes, cara membaca skor, perbandingan mendetail dengan TOEFL iBT, hingga alasan konkret mengapa kamu sebagai pelajar SMA atau mahasiswa sangat perlu memiliki sertifikat TOEFL ITP sedini mungkin. Bacalah sampai selesai karena informasi ini bisa mengubah strategi persiapanmu secara signifikan.

Apa Itu TOEFL ITP?

TOEFL ITP adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language – Institutional Testing Program. Sesuai namanya, ini adalah tes bahasa Inggris yang dikembangkan oleh ETS dan dirancang khusus untuk keperluan institusional, baik institusi pendidikan maupun perusahaan, di dalam skala domestik dan regional.

Yang membedakan TOEFL ITP dari jenis tes ETS lainnya adalah sifatnya yang berfokus pada penggunaan bahasa Inggris dalam konteks akademis dan administratif, bukan untuk keperluan imigrasi atau studi di luar negeri. Karena itulah, tes ini sangat relevan untuk pelajar dan mahasiswa di Indonesia yang membutuhkan bukti kemampuan bahasa Inggris untuk kebutuhan dalam negeri.

TOEFL ITP diselenggarakan oleh lebih dari 1.500 institusi dan agen di seluruh dunia setiap tahunnya, dengan total peserta lebih dari 300.000 orang secara global. Di Indonesia sendiri, tes ini dikoordinasikan oleh IIEF (Indonesian International Education Foundation) selaku pemegang lisensi tunggal ETS di Indonesia. Artinya, sertifikat TOEFL ITP yang kamu dapatkan dari lembaga resmi memiliki legalitas yang jelas dan dapat diverifikasi.

Format Tes TOEFL ITP: Apa Saja yang Diuji?

Berbeda dengan TOEFL iBT yang menguji empat keterampilan sekaligus, TOEFL ITP hanya menguji tiga komponen kemampuan bahasa Inggris. Berikut penjelasan masing-masing bagiannya:
Bagian 1: Listening Comprehension (35 menit, 50 soal)
Bagian ini mengukur kemampuanmu memahami bahasa Inggris lisan dalam konteks akademis. Format soalnya terbagi menjadi tiga bagian. Part A berisi 30 dialog singkat antara dua orang, diikuti satu pertanyaan untuk setiap dialog. Part B berisi 2 percakapan lebih panjang yang masing-masing diikuti oleh 4 pertanyaan. Part C berisi 3 monolog atau ceramah singkat yang masing-masing diikuti oleh 4 pertanyaan.

Strategi utama di bagian ini adalah fokus pada pembicara kedua di Part A, karena biasanya jawaban yang benar mencerminkan apa yang disampaikan oleh pembicara kedua.

Bagian 2: Structure and Written Expression (25 menit, 40 soal)
Bagian ini menguji penguasaan tata bahasa Inggris secara tertulis dalam konteks akademik. Terbagi menjadi dua sub-bagian: 15 soal Structure (melengkapi kalimat yang rumpang) dan 25 soal Written Expression (menemukan kesalahan tata bahasa dalam kalimat yang sudah tertulis). Konsep yang diuji mencakup subject-verb agreement, penggunaan kata benda, kata sifat, kata keterangan, kata ganti, hingga konstruksi kalimat paralel.

Bagian 3: Reading Comprehension (55 menit, 50 soal)
Ini adalah bagian terpanjang dari TOEFL ITP. Kamu akan membaca beberapa teks akademik dan menjawab pertanyaan tentang isi, ide pokok, detail tersurat, makna implisit, dan kosakata dalam konteks. Kemampuan membaca cepat namun akurat sangat menentukan performa di bagian ini karena waktu yang tersedia sangat terbatas.

Secara keseluruhan, TOEFL ITP berlangsung sekitar 115 menit dengan total 140 soal, semua dalam format pilihan ganda.
Skor total berkisar antara 310 hingga 677. Artinya, bahkan jika kamu tidak bisa menjawab satu pun soal dengan benar, skor minimumnya tetap 310, bukan nol.

Siswa SMA mengerjakan soal TOEFL ITP untuk siswa SMA di meja ujian dengan lembar soal dan pensil di ruang tes

Cara Membaca Skor TOEFL ITP

Memahami cara membaca skor TOEFL ITP adalah hal yang sering diabaikan tapi sebenarnya sangat penting. Berbeda dari tes sekolah biasa yang skornya dihitung dari jumlah jawaban benar dikali bobot tertentu, TOEFL ITP menggunakan sistem skala yang unik.

Skor tiap bagian dikonversi ke dalam skala tertentu sebelum dijumlahkan, sehingga hasilnya tidak linier. Inilah mengapa sering kali peningkatan jumlah jawaban benar yang sama bisa menghasilkan perbedaan poin yang berbeda, tergantung dari tingkat kesulitan soal yang kamu kerjakan.

Sebagai panduan umum, berikut tingkatan skor TOEFL ITP yang sering dijadikan acuan:
Skor 310 sampai 459 mencerminkan kemampuan bahasa Inggris yang masih dasar. Skor 460 sampai 542 adalah level Bronze, yang sudah cukup untuk beberapa keperluan administrasi dasar. Skor 543 sampai 626 adalah level Silver, yang umumnya dibutuhkan untuk persyaratan beasiswa dalam negeri dan masuk program pascasarjana di banyak universitas. Skor 627 sampai 677 adalah level Gold, yang merupakan skor tertinggi yang dapat dicapai dalam TOEFL ITP.

Di Indonesia, skor 500 sudah dianggap cukup baik dan memenuhi standar minimum banyak persyaratan. Namun untuk keperluan seperti beasiswa kompetitif atau syarat kelulusan program S2, standar yang diminta umumnya berada di kisaran 550 ke atas.

Perbedaan TOEFL ITP dan TOEFL iBT: Mana yang Kamu Butuhkan?

Inilah bagian yang paling sering menimbulkan kebingungan. Mari kita bedah perbedaan keduanya secara tuntas agar kamu tidak salah langkah.
Dari segi tujuan dan pengakuan:
TOEFL iBT (Internet-Based Test) adalah tes yang ditujukan untuk keperluan internasional, terutama sebagai syarat masuk universitas di luar negeri, permohonan visa pelajar, dan keperluan imigrasi. Skor TOEFL iBT diakui oleh lebih dari 10.000 institusi di seluruh dunia, termasuk universitas-universitas bergengsi di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Eropa.

TOEFL ITP, di sisi lain, adalah tes yang dirancang untuk keperluan domestik dan institusional. Di Indonesia, sertifikat TOEFL ITP dari lembaga resmi diakui untuk persyaratan pendaftaran CPNS dan BUMN, syarat sidang skripsi dan wisuda di universitas dalam negeri, aplikasi beasiswa dalam negeri, serta sebagai ukuran kemampuan bahasa Inggris di lingkup institusional. TOEFL ITP tidak bisa digunakan untuk keperluan imigrasi atau visa pelajar ke luar negeri.

Dari segi komponen tes:
TOEFL iBT menguji empat keterampilan sekaligus, yaitu Listening, Reading, Speaking, dan Writing, yang semuanya terintegrasi satu sama lain. Skor totalnya berkisar antara 0 hingga 120.
TOEFL ITP hanya menguji tiga komponen, yaitu Listening, Structure and Written Expression, dan Reading. Tidak ada komponen Speaking maupun Writing. Ini menjadikan TOEFL ITP secara umum lebih mudah dipersiapkan, terutama bagi mereka yang belum terbiasa berbicara atau menulis dalam bahasa Inggris secara formal.

Dari segi biaya:
TOEFL iBT jauh lebih mahal, dengan biaya sekitar 3 juta rupiah ke atas. Sementara TOEFL ITP jauh lebih terjangkau, umumnya berkisar antara 550.000 hingga 700.000 rupiah tergantung lembaga penyelenggara. Perbedaan biaya yang signifikan ini menjadikan TOEFL ITP pilihan yang lebih praktis dan efisien untuk kebutuhan dalam negeri.

Dari segi format pelaksanaan:
TOEFL iBT sepenuhnya berbasis internet dan dikerjakan di komputer. TOEFL ITP umumnya dilaksanakan secara paper-based, meski beberapa lembaga sudah menyediakan opsi online.

Dari segi masa berlaku:
Keduanya memiliki masa berlaku yang sama, yaitu 2 tahun sejak tanggal tes.

Infografis perbedaan TOEFL ITP dan iBT mencakup format tes, skor, kegunaan, dan biaya untuk panduan pelajar Indonesia

Mengapa Siswa SMA Wajib Memiliki TOEFL ITP?

Ini adalah inti dari artikel ini. Banyak siswa SMA yang menganggap TOEFL ITP adalah urusan mahasiswa atau orang yang mau melamar kerja. Padahal, memiliki sertifikat TOEFL ITP sejak duduk di bangku SMA adalah keputusan strategis yang bisa memberikan keuntungan berlipat ganda. Berikut alasan-alasannya:
1. Syarat Masuk Program SNBP dan Jalur Prestasi
Beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta bergengsi di Indonesia mulai mempertimbangkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris sebagai salah satu dokumen pendukung dalam seleksi berbasis prestasi. Memiliki skor TOEFL ITP yang baik bisa menjadi nilai lebih yang membedakanmu dari ribuan pelamar lain dengan nilai akademik yang serupa.

2. Syarat Kelulusan Kuliah Sudah Menanti Sejak Hari Pertama
Hampir semua universitas negeri besar di Indonesia, termasuk UI, UGM, ITB, dan ratusan universitas lainnya, mewajibkan mahasiswanya untuk memiliki sertifikat TOEFL ITP dengan skor minimum tertentu sebagai syarat mengikuti sidang skripsi atau wisuda. Skor minimalnya bervariasi, umumnya antara 450 hingga 500, tergantung program studi.
Jika kamu mempersiapkan diri dari SMA dan berhasil meraih skor yang baik, kamu sudah menyelesaikan satu dari beberapa “hutang akademik” yang harus dilunasi sebelum lulus kuliah. Ini menghemat waktu dan energi yang sangat berharga di masa perkuliahan nanti.

3. Syarat Mendaftar Beasiswa
Ratusan program beasiswa, baik dari pemerintah maupun swasta, mensyaratkan sertifikat TOEFL ITP sebagai bagian dari dokumen pendaftaran. Beasiswa Unggulan Kemendikbud, beasiswa dari berbagai BUMN, beasiswa kampus swasta, hingga beberapa beasiswa luar negeri dari Australia (Australia Awards Scholarships) pada tahap awal juga menerima sertifikat TOEFL ITP.
Semakin cepat kamu memiliki sertifikat ini dengan skor yang kompetitif, semakin banyak pintu beasiswa yang terbuka untukmu.

4. Persiapan Mental dan Kemampuan untuk TOEFL iBT
Bagi yang bermimpi kuliah ke luar negeri, TOEFL ITP adalah batu loncatan yang sangat efektif. Materi Listening dan Reading di TOEFL ITP memiliki kemiripan yang cukup besar dengan TOEFL iBT, sehingga berlatih untuk TOEFL ITP secara tidak langsung juga mempersiapkan kemampuan dasarmu untuk menghadapi TOEFL iBT kelak. Biayanya yang jauh lebih terjangkau juga menjadikannya pilihan tepat sebagai “tes pemanasan” sebelum mengambil TOEFL iBT.

5. Rekrutmen Kerja dan Magang
Bagi siswa SMA yang aktif mengikuti program magang atau kompetisi berbasis karier, sertifikat TOEFL ITP adalah dokumen yang semakin sering diminta. Beberapa program magang bergengsi, termasuk yang diselenggarakan oleh BUMN dan perusahaan besar, sudah mulai mencantumkan skor TOEFL ITP sebagai salah satu persyaratan.

Tips Mempersiapkan Diri Menghadapi TOEFL ITP

Mengetahui formatnya saja tidak cukup, kamu perlu strategi yang tepat untuk meraih skor yang kamu targetkan. Berikut beberapa tips yang efektif:
Mulai dengan mengetahui skor awalmu. Ikuti pre-test atau simulasi TOEFL ITP terlebih dahulu untuk mengetahui posisi kemampuanmu saat ini. Dari situlah kamu bisa menentukan berapa poin yang perlu ditingkatkan dan bagian mana yang paling membutuhkan perhatian ekstra.

Prioritaskan bagian Structure. Banyak peserta yang menganggap bagian Listening adalah yang paling sulit, padahal bagian Structure and Written Expression justru sering menjadi “pembunuh skor” yang tidak terduga. Penguasaan grammar yang baik dan konsisten di bagian ini bisa memberikan lonjakan skor yang signifikan.

Bangun kebiasaan mendengarkan bahasa Inggris akademik setiap hari. Dengarkan podcast, ceramah akademik, atau konten berita dalam bahasa Inggris secara rutin. Ini tidak harus membebani, bahkan 20 hingga 30 menit per hari sudah cukup untuk secara perlahan melatih telingamu terbiasa dengan ritme dan kosakata bahasa Inggris akademik.

Latihan membaca cepat untuk bagian Reading. Dengan 50 soal dalam 55 menit, kamu punya kurang dari 70 detik per soal di bagian Reading. Kembangkan kemampuan skimming (membaca cepat untuk ide utama) dan scanning (mencari detail spesifik) agar kamu tidak kehabisan waktu di bagian ini.

Ikuti kursus persiapan yang terstruktur. Belajar mandiri memang bisa dilakukan, namun kemajuannya seringkali lebih lambat tanpa bimbingan yang tepat. Kursus persiapan TOEFL ITP memberikanmu materi yang terstruktur, latihan soal yang terarah, umpan balik dari instruktur, dan simulasi tes yang mendekati kondisi sesungguhnya.
 

Mahasiswa mengikuti kelas kursus kegunaan TOEFL ITP dengan instruktur di depan papan tulis dan materi listening reading

Kesimpulan

TOEFL ITP bukan sekadar tes bahasa Inggris biasa. Ia adalah dokumen strategis yang membuka banyak pintu kesempatan, mulai dari syarat kelulusan kuliah, pendaftaran beasiswa, hingga seleksi kerja di dalam negeri. Perbedaan utamanya dengan TOEFL iBT terletak pada cakupan pengakuan dan tujuan penggunaannya: iBT untuk keperluan internasional dan studi di luar negeri, sementara ITP untuk keperluan domestik dan institusional di Indonesia. Dengan format yang lebih sederhana dan biaya yang jauh lebih terjangkau, TOEFL ITP adalah pilihan yang sangat tepat bagi siapa saja yang ingin membuktikan kemampuan bahasa Inggrisnya untuk kebutuhan akademik dan profesional di dalam negeri.

Semakin awal kamu mempersiapkan diri, semakin besar keunggulan kompetitif yang kamu miliki. Tapi tentu saja, mempersiapkan TOEFL ITP secara optimal membutuhkan lebih dari sekadar membaca artikel atau mengunduh soal latihan dari internet. Kamu perlu bimbingan yang terstruktur, umpan balik yang personal dari instruktur berpengalaman, dan simulasi tes yang realistis agar persiapanmu benar-benar tepat sasaran.

Program TOEFL ITP® Preparation di Telkom University Language Center (LaC) adalah tempat yang tepat untuk memulai perjalananmu. Dengan total 120 jam pembelajaran yang terdiri dari 40 jam kelas bersama instruktur, 40 jam tugas terstruktur terbimbing, dan 40 jam tugas mandiri, program ini memastikan kamu berlatih secara intensif dan komprehensif. Tersedia dalam dua level, Level 1 untuk peserta dengan skor EPrT®/TOEFL ITP® awal di atas 475, dan Level 2 untuk yang sudah mencapai 523, program ini dirancang dengan target skor 575 di akhir program. Kelas tersedia pagi, siang, dan sore, baik onsite maupun online, dengan harga terjangkau mulai dari Rp968.000. Daftar sekarang di lac.telkomuniversity.ac.id/kursus-bahasa/toefl-itp-preparation/ dan raih skor TOEFL ITP terbaikmu!


Eksplorasi konten lain dari Telkom University Language Center

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *