
Cara Tepat Taking Notes Saat Dosen atau Teman Sekelas Berbicara Bahasa Inggris
Menjadi mahasiswa di era pendidikan modern saat ini tentu membawa banyak pengalaman baru yang menantang, salah satunya adalah keharusan untuk mengikuti perkuliahan yang sepenuhnya diantarkan dalam bahasa asing. Banyak perguruan tinggi kini berlomba membuka kelas internasional bergengsi atau rutin mendatangkan dosen tamu serta mahasiswa pertukaran dari luar negeri, sehingga lingkungan kampus menjadi sangat multikultural. Dalam situasi seperti ini, kemampuan mendengarkan, menyerap informasi, dan merangkum materi secara cepat menjadi keterampilan yang sangat krusial. Jika kamu sering merasa kewalahan saat menghadapi situasi akademik ini, kamu wajib mengetahui cara taking notes bahasa Inggris yang benar agar tidak ada satu pun informasi penting yang terlewatkan begitu saja.
Tantangan terbesar saat mendengarkan dosen atau teman sekelas yang sedang mempresentasikan materi dalam bahasa Inggris adalah beban kerja otak yang berlipat ganda. Otak kita harus bekerja ekstra keras untuk menerjemahkan kosakata yang terdengar, memahami konteks dari kalimat tersebut, dan secara bersamaan memformulasikan rangkuman untuk dituliskan ke dalam buku catatan. Proses kognitif yang kompleks ini sering kali membuat mahasiswa tertinggal penjelasan, merasa panik, dan akhirnya kehilangan fokus pada sisa waktu perkuliahan. Tanpa strategi yang terencana dan sistematis, catatan kuliah biasanya hanya akan menjadi kumpulan kata acak yang sama sekali tidak bisa dipelajari kembali menjelang ujian semester.
Namun, kamu tidak perlu merasa berkecil hati atau takut gagal di kelas. Pada artikel kali ini, kita akan mengupas tuntas berbagai tahapan, metode, serta rahasia sukses mencatat materi kuliah dalam bahasa Inggris secara efektif dan efisien. Metode yang akan kita bahas ini dirancang khusus untuk membantumu menyaring poin poin utama, merangkumnya dengan cepat, dan pada akhirnya meningkatkan pemahaman akademismu secara keseluruhan. Mari kita bahas satu per satu langkah cerdas yang bisa langsung kamu terapkan pada jadwal kuliahmu berikutnya.
Tantangan terbesar saat mendengarkan dosen atau teman sekelas yang sedang mempresentasikan materi dalam bahasa Inggris adalah beban kerja otak yang berlipat ganda. Otak kita harus bekerja ekstra keras untuk menerjemahkan kosakata yang terdengar, memahami konteks dari kalimat tersebut, dan secara bersamaan memformulasikan rangkuman untuk dituliskan ke dalam buku catatan. Proses kognitif yang kompleks ini sering kali membuat mahasiswa tertinggal penjelasan, merasa panik, dan akhirnya kehilangan fokus pada sisa waktu perkuliahan. Tanpa strategi yang terencana dan sistematis, catatan kuliah biasanya hanya akan menjadi kumpulan kata acak yang sama sekali tidak bisa dipelajari kembali menjelang ujian semester.
Namun, kamu tidak perlu merasa berkecil hati atau takut gagal di kelas. Pada artikel kali ini, kita akan mengupas tuntas berbagai tahapan, metode, serta rahasia sukses mencatat materi kuliah dalam bahasa Inggris secara efektif dan efisien. Metode yang akan kita bahas ini dirancang khusus untuk membantumu menyaring poin poin utama, merangkumnya dengan cepat, dan pada akhirnya meningkatkan pemahaman akademismu secara keseluruhan. Mari kita bahas satu per satu langkah cerdas yang bisa langsung kamu terapkan pada jadwal kuliahmu berikutnya.
Mengapa Mencatat dalam Bahasa Inggris Terasa Jauh Lebih Sulit?
Sebelum kita masuk ke bagian strategi, sangat penting bagi kita untuk menyadari mengapa aktivitas yang tampak sederhana ini bisa menjadi sangat menyita energi. Ketika seorang penutur bahasa Inggris berbicara secara natural, mereka cenderung menggunakan ritme, penekanan nada, dan kecepatan yang mungkin belum familiar di telinga kita. Ada banyak penggabungan bunyi atau connected speech yang membuat dua atau tiga kata terdengar seperti satu kata panjang, sehingga menyulitkan kita untuk mengidentifikasi kosakata tersebut.
Selain itu, bahasa Inggris akademik memiliki perbendaharaan kata yang jauh lebih rumit dan formal dibandingkan bahasa Inggris yang biasa kita dengar di film, lagu, atau percakapan kasual sehari hari. Saat kamu sibuk memikirkan arti satu kata teknis yang baru saja diucapkan dosen, dosen tersebut mungkin sudah berpindah membahas tiga kalimat berikutnya. Kesenjangan waktu inilah yang menjadi musuh utama para mahasiswa. Oleh karena itu, kita tidak bisa sekadar menyalin apa yang kita dengar secara utuh, melainkan harus menggunakan pendekatan analitis yang jauh lebih cerdas.
Selain itu, bahasa Inggris akademik memiliki perbendaharaan kata yang jauh lebih rumit dan formal dibandingkan bahasa Inggris yang biasa kita dengar di film, lagu, atau percakapan kasual sehari hari. Saat kamu sibuk memikirkan arti satu kata teknis yang baru saja diucapkan dosen, dosen tersebut mungkin sudah berpindah membahas tiga kalimat berikutnya. Kesenjangan waktu inilah yang menjadi musuh utama para mahasiswa. Oleh karena itu, kita tidak bisa sekadar menyalin apa yang kita dengar secara utuh, melainkan harus menggunakan pendekatan analitis yang jauh lebih cerdas.
Persiapan Fundamental Sebelum Kelas Dimulai
Kesalahan paling umum yang dilakukan oleh mahasiswa adalah datang ke kelas dengan pikiran kosong dan hanya mengandalkan penjelasan dosen saat itu juga. Untuk bisa melakukan taking notes dengan baik dalam bahasa asing, persiapan sebelum kelas adalah kunci utama yang tidak boleh dilewatkan.
Pertama, pastikan kamu selalu membaca silabus dan materi bacaan yang sudah ditugaskan sebelum jadwal kelas dimulai. Dengan membaca materi lebih awal, otakmu sudah terpapar dengan berbagai kosakata spesifik atau vocabulary yang berkaitan dengan topik hari itu. Saat dosen mengucapkan kata tersebut di dalam kelas, telingamu akan langsung mengenalinya dengan cepat, sehingga kamu tidak perlu lagi menebak nebak ejaan atau maknanya.
Kedua, siapkan perlengkapan mencatat yang paling nyaman untukmu, entah itu buku catatan fisik bergaris, tablet dengan stylus pen, atau laptop. Masing masing alat memiliki kelebihan tersendiri. Menulis dengan tangan terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan daya ingat dan pemahaman konsep, sementara mengetik di laptop memungkinkanmu mencatat dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi. Pilihlah medium yang paling sesuai dengan gaya belajarmu, lalu pastikan kondisinya siap pakai agar konsentrasimu tidak terganggu oleh hal teknis saat perkuliahan berlangsung.
Pertama, pastikan kamu selalu membaca silabus dan materi bacaan yang sudah ditugaskan sebelum jadwal kelas dimulai. Dengan membaca materi lebih awal, otakmu sudah terpapar dengan berbagai kosakata spesifik atau vocabulary yang berkaitan dengan topik hari itu. Saat dosen mengucapkan kata tersebut di dalam kelas, telingamu akan langsung mengenalinya dengan cepat, sehingga kamu tidak perlu lagi menebak nebak ejaan atau maknanya.
Kedua, siapkan perlengkapan mencatat yang paling nyaman untukmu, entah itu buku catatan fisik bergaris, tablet dengan stylus pen, atau laptop. Masing masing alat memiliki kelebihan tersendiri. Menulis dengan tangan terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan daya ingat dan pemahaman konsep, sementara mengetik di laptop memungkinkanmu mencatat dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi. Pilihlah medium yang paling sesuai dengan gaya belajarmu, lalu pastikan kondisinya siap pakai agar konsentrasimu tidak terganggu oleh hal teknis saat perkuliahan berlangsung.
Pilih Metode Mencatat yang Terbukti Ampuh
Berhenti menulis setiap kata yang keluar dari mulut dosen dari ujung kiri ke ujung kanan kertas tanpa struktur yang jelas. Metode konvensional seperti itu sangat tidak efektif dan akan menyulitkanmu saat masa ujian tiba. Berikut adalah beberapa metode mencatat sistematis yang sangat disarankan oleh para ahli pendidikan:
1. Metode Cornell (The Cornell Method)
Metode ini adalah salah satu teknik paling populer di kalangan mahasiswa di seluruh dunia. Caranya sangat mudah, kamu hanya perlu membagi kertas catatanmu menjadi tiga bagian utama. Bagian kanan adalah kolom terbesar yang digunakan untuk mencatat penjelasan dosen selama kelas berlangsung. Bagian kiri adalah kolom lebih kecil yang digunakan setelah kelas selesai, tempat kamu menulis kata kunci penting, pertanyaan, atau konsep utama. Terakhir, bagian paling bawah digunakan untuk menulis kesimpulan singkat dari materi hari itu sebanyak dua atau tiga kalimat. Metode ini secara otomatis memaksamu untuk mereview dan memproses ulang informasi yang telah kamu dengar.
2. Pemetaan Pikiran (Mind Mapping)
Bagi kamu yang merupakan tipe pelajar visual, mind mapping adalah solusi yang sangat brilian. Metode ini bekerja dengan cara menempatkan topik utama di tengah halaman, lalu menarik garis cabang untuk setiap subtopik atau ide pendukung. Saat teman sekelasmu berargumen atau mempresentasikan ide dalam diskusi bahasa Inggris, kamu bisa dengan mudah menambahkan cabang baru tanpa harus terikat pada struktur kalimat linier. Metode ini sangat cocok untuk mata kuliah yang penuh dengan konsep abstrak, teori hubungan, atau diskusi yang alurnya sering berubah ubah.
3. Metode Outline terstruktur
Jika dosenmu memiliki gaya mengajar yang sangat terorganisir dan runtut dari awal hingga akhir, metode outline adalah pilihan yang paling aman. Kamu bisa menggunakan sistem penomoran, huruf, dan bullet points berjenjang untuk memisahkan antara ide utama, sub ide, dan detail pendukung. Penggunaan metode ini membuat catatanmu terlihat sangat rapi dan mudah untuk dibaca sekilas saat kamu membutuhkan informasi cepat.
1. Metode Cornell (The Cornell Method)
Metode ini adalah salah satu teknik paling populer di kalangan mahasiswa di seluruh dunia. Caranya sangat mudah, kamu hanya perlu membagi kertas catatanmu menjadi tiga bagian utama. Bagian kanan adalah kolom terbesar yang digunakan untuk mencatat penjelasan dosen selama kelas berlangsung. Bagian kiri adalah kolom lebih kecil yang digunakan setelah kelas selesai, tempat kamu menulis kata kunci penting, pertanyaan, atau konsep utama. Terakhir, bagian paling bawah digunakan untuk menulis kesimpulan singkat dari materi hari itu sebanyak dua atau tiga kalimat. Metode ini secara otomatis memaksamu untuk mereview dan memproses ulang informasi yang telah kamu dengar.
2. Pemetaan Pikiran (Mind Mapping)
Bagi kamu yang merupakan tipe pelajar visual, mind mapping adalah solusi yang sangat brilian. Metode ini bekerja dengan cara menempatkan topik utama di tengah halaman, lalu menarik garis cabang untuk setiap subtopik atau ide pendukung. Saat teman sekelasmu berargumen atau mempresentasikan ide dalam diskusi bahasa Inggris, kamu bisa dengan mudah menambahkan cabang baru tanpa harus terikat pada struktur kalimat linier. Metode ini sangat cocok untuk mata kuliah yang penuh dengan konsep abstrak, teori hubungan, atau diskusi yang alurnya sering berubah ubah.
3. Metode Outline terstruktur
Jika dosenmu memiliki gaya mengajar yang sangat terorganisir dan runtut dari awal hingga akhir, metode outline adalah pilihan yang paling aman. Kamu bisa menggunakan sistem penomoran, huruf, dan bullet points berjenjang untuk memisahkan antara ide utama, sub ide, dan detail pendukung. Penggunaan metode ini membuat catatanmu terlihat sangat rapi dan mudah untuk dibaca sekilas saat kamu membutuhkan informasi cepat.
Dengarkan “Signposting Words” dengan Seksama
Dalam presentasi akademik atau kuliah berbahasa Inggris, dosen dan presenter yang baik selalu menggunakan kata penunjuk atau signposting words. Kata kata ini berfungsi sebagai rambu lalu lintas yang memberi tahu pendengar ke arah mana pembicaraan akan bergerak. Memahami kata penunjuk ini adalah tips mencatat materi kuliah yang sangat ampuh.
Sebagai contoh, jika dosen mengatakan, “First of all,” atau “Let’s begin by,” kamu tahu bahwa mereka sedang membuka topik baru yang harus kamu jadikan judul atau subjudul di catatanmu. Jika mereka berkata, “However,” “On the other hand,” atau “Conversely,” bersiaplah untuk mencatat sebuah kontradiksi atau sudut pandang yang berlawanan dari pernyataan sebelumnya.
Lebih penting lagi, pasang telinga baik baik saat mendengar frasa seperti, “The most important point to remember is,” “Therefore,” atau “In conclusion.” Frasa frasa penekanan ini adalah tanda bahaya positif yang menjamin bahwa informasi yang akan diucapkan selanjutnya sangat berpeluang besar untuk keluar di soal ujian semester. Jangan sampai kamu melewatkan bagian ini.
Sebagai contoh, jika dosen mengatakan, “First of all,” atau “Let’s begin by,” kamu tahu bahwa mereka sedang membuka topik baru yang harus kamu jadikan judul atau subjudul di catatanmu. Jika mereka berkata, “However,” “On the other hand,” atau “Conversely,” bersiaplah untuk mencatat sebuah kontradiksi atau sudut pandang yang berlawanan dari pernyataan sebelumnya.
Lebih penting lagi, pasang telinga baik baik saat mendengar frasa seperti, “The most important point to remember is,” “Therefore,” atau “In conclusion.” Frasa frasa penekanan ini adalah tanda bahaya positif yang menjamin bahwa informasi yang akan diucapkan selanjutnya sangat berpeluang besar untuk keluar di soal ujian semester. Jangan sampai kamu melewatkan bagian ini.
Bangun Sistem Singkatan dan Simbol Pribadi
Kecepatan berbicara manusia jauh lebih cepat dibandingkan kecepatan tangan kita menulis. Rata rata orang berbicara sekitar 100 hingga 150 kata per menit, sementara kemampuan menulis tangan kita hanya berkisar di angka 20 hingga 30 kata per menit. Untuk menjembatani perbedaan waktu yang drastis ini, kamu wajib membuat sistem singkatan dan simbol milikmu sendiri.
Alih alih menulis kata “because”, kamu bisa menyingkatnya menjadi “b/c” atau “bc”. Gunakan simbol panah ke atas untuk merepresentasikan kata “increase”, “improve”, atau “rise”, dan panah ke bawah untuk “decrease” atau “fall”. Singkat kata “important” menjadi “imp”, “government” menjadi “gov”, atau gunakan simbol matematika seperti tanda sama dengan, lebih besar, dan lebih kecil untuk menunjukkan sebuah hubungan. Karena catatan ini ditujukan untuk dirimu sendiri, kamu bebas berkreasi sebebas mungkin, asalkan kamu tetap konsisten dan paham apa arti dari singkatan yang telah kamu buat tersebut.
Alih alih menulis kata “because”, kamu bisa menyingkatnya menjadi “b/c” atau “bc”. Gunakan simbol panah ke atas untuk merepresentasikan kata “increase”, “improve”, atau “rise”, dan panah ke bawah untuk “decrease” atau “fall”. Singkat kata “important” menjadi “imp”, “government” menjadi “gov”, atau gunakan simbol matematika seperti tanda sama dengan, lebih besar, dan lebih kecil untuk menunjukkan sebuah hubungan. Karena catatan ini ditujukan untuk dirimu sendiri, kamu bebas berkreasi sebebas mungkin, asalkan kamu tetap konsisten dan paham apa arti dari singkatan yang telah kamu buat tersebut.
Jangan Panik, Tinggalkan Ruang Kosong Jika Terlewat
Tidak peduli seberapa hebat kemampuan bahasa Inggrismu, akan ada momen di mana kamu benar benar kehilangan fokus, salah mendengar kata, atau sama sekali tidak memahami logat sang dosen. Saat momen ini terjadi, hal terburuk yang bisa kamu lakukan adalah panik, berhenti mendengarkan, dan merenungi kata yang terlewat tersebut.
Langkah terbaik yang harus diambil adalah memberi tanda bintang pada catatan, mengosongkan beberapa baris, lalu segera kembali fokus mendengarkan kalimat dosen yang sedang berlangsung. Setelah kelas selesai, kamu bisa memanfaatkan ruang kosong tersebut untuk melengkapi catatan dengan meminjam buku temanmu, membaca ulang buku cetak, atau bahkan memberanikan diri mendekati dosen untuk meminta klarifikasi dengan sopan.
Langkah terbaik yang harus diambil adalah memberi tanda bintang pada catatan, mengosongkan beberapa baris, lalu segera kembali fokus mendengarkan kalimat dosen yang sedang berlangsung. Setelah kelas selesai, kamu bisa memanfaatkan ruang kosong tersebut untuk melengkapi catatan dengan meminjam buku temanmu, membaca ulang buku cetak, atau bahkan memberanikan diri mendekati dosen untuk meminta klarifikasi dengan sopan.
Rapikan dan Review Catatan Sesegera Mungkin
Menulis catatan di dalam kelas barulah langkah awal dari proses belajar bahasa Inggris mahasiswa yang sesungguhnya. Otak manusia memiliki kecenderungan untuk membuang memori jangka pendek dengan sangat cepat jika informasi tersebut tidak segera diproses ulang. Oleh sebab itu, luangkanlah waktu sekitar 15 hingga 20 menit setelah kelas selesai, atau maksimal dalam kurun waktu 24 jam, untuk membaca ulang seluruh catatanmu.
Pada fase peninjauan ini, lengkapi kata kata yang terpotong, perbaiki singkatan yang mungkin terlihat ambigu, dan berikan stabilo atau warna cerah pada poin poin utama yang paling penting. Proses membaca ulang dan merapikan catatan ini akan mentransfer informasi dari memori jangka pendek menuju memori jangka panjang, yang pada gilirannya akan membuatmu jauh lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi ujian maupun forum diskusi akademik.
Kesimpulannya, kemampuan taking notes saat mendengarkan penjelasan bahasa Inggris bukanlah sebuah bakat alami sejak lahir, melainkan sebuah keterampilan teknis yang akan terus berkembang jika dilatih secara konsisten. Dengan melakukan persiapan sebelum kelas, memilih metode mencatat yang terstruktur, peka terhadap kata penunjuk, serta memanfaatkan sistem singkatan personal, kamu akan mampu merangkum materi perkuliahan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Jangan pernah ragu untuk terus bereksperimen mencari ritme mencatat yang paling sesuai dengan gaya belajarmu.
Namun, menguasai keterampilan mencatat barulah separuh jalan menuju kesuksesan akademik di lingkungan internasional. Dalam sebuah kelas yang interaktif, kamu tidak hanya dituntut untuk menjadi pendengar pasif yang baik, tetapi juga harus mampu berpartisipasi aktif. Kamu harus berani menyampaikan pendapat, menyela pembicaraan dengan sopan untuk meminta klarifikasi, dan berargumen secara logis dengan teman sekelas. Menguasai seni berdiskusi dalam bahasa Inggris akan membuka lebih banyak pintu peluang bagi masa depan akademis dan profesionalmu.
Jika kamu merasa membutuhkan wadah yang tepat, terstruktur, dan suportif untuk mengasah keberanian berbicara di depan umum, Telkom University Language Center (LaC) menyediakan solusi yang sangat sempurna. Segera tingkatkan kompetensi komunikasimu dengan bergabung dalam kursus Discussion in English yang bisa kamu akses melalui https://lac.telkomuniversity.ac.id/kursus-bahasa/discussion-in-english/. Kursus ini didesain bagi peserta yang ingin mengasah kemampuan speaking, khususnya dalam situasi diskusi formal maupun informal, serta sangat cocok bagi peserta yang akan atau sedang studi di kelas internasional. Terdiri dari 7 kali pertemuan yang interaktif, kamu akan belajar Leading a Discussion, Asking and Saying Opinion, Interruptions, teknik Taking Notes, hingga simulasi diskusi grup dengan pembagian peran yang nyata. Mari wujudkan mimpimu untuk tampil memukau dan percaya diri dalam setiap diskusi bahasa Inggris bersama LaC Telkom University!
Pada fase peninjauan ini, lengkapi kata kata yang terpotong, perbaiki singkatan yang mungkin terlihat ambigu, dan berikan stabilo atau warna cerah pada poin poin utama yang paling penting. Proses membaca ulang dan merapikan catatan ini akan mentransfer informasi dari memori jangka pendek menuju memori jangka panjang, yang pada gilirannya akan membuatmu jauh lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi ujian maupun forum diskusi akademik.
Kesimpulannya, kemampuan taking notes saat mendengarkan penjelasan bahasa Inggris bukanlah sebuah bakat alami sejak lahir, melainkan sebuah keterampilan teknis yang akan terus berkembang jika dilatih secara konsisten. Dengan melakukan persiapan sebelum kelas, memilih metode mencatat yang terstruktur, peka terhadap kata penunjuk, serta memanfaatkan sistem singkatan personal, kamu akan mampu merangkum materi perkuliahan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Jangan pernah ragu untuk terus bereksperimen mencari ritme mencatat yang paling sesuai dengan gaya belajarmu.
Namun, menguasai keterampilan mencatat barulah separuh jalan menuju kesuksesan akademik di lingkungan internasional. Dalam sebuah kelas yang interaktif, kamu tidak hanya dituntut untuk menjadi pendengar pasif yang baik, tetapi juga harus mampu berpartisipasi aktif. Kamu harus berani menyampaikan pendapat, menyela pembicaraan dengan sopan untuk meminta klarifikasi, dan berargumen secara logis dengan teman sekelas. Menguasai seni berdiskusi dalam bahasa Inggris akan membuka lebih banyak pintu peluang bagi masa depan akademis dan profesionalmu.
Jika kamu merasa membutuhkan wadah yang tepat, terstruktur, dan suportif untuk mengasah keberanian berbicara di depan umum, Telkom University Language Center (LaC) menyediakan solusi yang sangat sempurna. Segera tingkatkan kompetensi komunikasimu dengan bergabung dalam kursus Discussion in English yang bisa kamu akses melalui https://lac.telkomuniversity.ac.id/kursus-bahasa/discussion-in-english/. Kursus ini didesain bagi peserta yang ingin mengasah kemampuan speaking, khususnya dalam situasi diskusi formal maupun informal, serta sangat cocok bagi peserta yang akan atau sedang studi di kelas internasional. Terdiri dari 7 kali pertemuan yang interaktif, kamu akan belajar Leading a Discussion, Asking and Saying Opinion, Interruptions, teknik Taking Notes, hingga simulasi diskusi grup dengan pembagian peran yang nyata. Mari wujudkan mimpimu untuk tampil memukau dan percaya diri dalam setiap diskusi bahasa Inggris bersama LaC Telkom University!
Eksplorasi konten lain dari Telkom University Language Center
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.