
Strategi TOEFL iBT untuk Retaker: Perbaiki Skor Lebih Cepat
Sudah pernah mengikuti tes TOEFL iBT tapi skor yang kamu dapatkan belum sesuai harapan? Tenang, kamu tidak sendirian — dan yang lebih penting, kamu tidak perlu memulai semuanya dari nol. Bagi para retaker, strategi TOEFL iBT yang tepat justru jauh lebih terarah karena kamu sudah tahu medan pertempurannya. Kamu sudah merasakan sendiri bagaimana tekanan waktunya, sudah tahu bagian mana yang terasa berat, dan sudah punya gambaran nyata tentang format soal yang digunakan. Modal itu jauh lebih berharga dari yang kamu kira.
Yang membedakan retaker dari peserta baru bukan hanya pengalaman, tapi peluang untuk belajar dari kesalahan yang sangat spesifik. Kalau kamu tahu skor Reading-mu 18 tapi Writing-mu 14, kamu tidak perlu buang waktu terlalu banyak untuk Reading. Fokusmu sudah bisa langsung diarahkan ke titik lemah yang nyata. Inilah keunggulan retaker yang sering tidak disadari: kamu sudah punya data tentang diri sendiri, dan itu adalah aset yang sangat berharga.
Artikel ini hadir khusus untuk kamu yang ingin naik skor di percobaan berikutnya dengan cara yang lebih efisien dan terstruktur. Kita akan bahas cara meningkatkan skor TOEFL iBT mulai dari analisis hasil tes sebelumnya, strategi belajar per seksi, hingga tips mental dan teknis di hari tes. Yuk, mulai dari langkah pertama yang paling sering dilewatkan.

A. Langkah 1: Analisis Score Report-mu dengan Serius
Banyak retaker langsung terjun belajar lagi tanpa benar-benar membaca score report mereka secara mendalam. Padahal, score report TOEFL iBT dari ETS menyediakan informasi yang sangat berguna, bukan hanya total skor tapi juga skor per seksi: Reading, Listening, Speaking, dan Writing — masing-masing dengan skala 0–30.
Yang perlu kamu perhatikan:
Pertama, identifikasi seksi dengan skor paling rendah. Inilah prioritas utama. Kalau selisihnya lebih dari 5 poin dengan seksi lain, berarti ada gap yang signifikan dan perlu perhatian ekstra.
Kedua, perhatikan juga pola kesalahan. Misalnya di Reading, apakah kamu lebih sering salah di soal inference (menyimpulkan) atau di soal vocabulary in context? Di Listening, apakah lebih sering meleset di lecture akademis atau di percakapan dua orang?
Ketiga, evaluasi apakah kamu kehabisan waktu atau tidak. Banyak retaker yang skornya bukan karena tidak paham materi, tapi karena manajemen waktu yang buruk.
Dengan analisis yang jelas, kamu bisa membuat rencana belajar yang benar-benar personal — bukan sekadar mengulang semua materi dari awal.
B. Langkah 2: Buat Target Skor yang Realistis dan Spesifik
Sebelum belajar, tentukan dulu: berapa skor yang kamu butuhkan? Kebanyakan universitas luar negeri meminta total skor 80–100, tapi ada juga yang mensyaratkan skor minimum per seksi. Misalnya, beberapa program S2 di Amerika mensyaratkan minimal 24 di Writing dan 22 di Speaking.
Kalau kamu retaker dengan skor sebelumnya 72, dan target kamu 90, berarti kamu perlu naik 18 poin. Itu bukan jumlah yang mustahil, tapi butuh strategi yang realistis dan waktu persiapan yang cukup — idealnya 2 sampai 3 bulan dengan belajar rutin.
Jangan menetapkan target yang terlalu ambisius dalam waktu yang terlalu singkat. Retaker yang realistis soal target justru lebih sering berhasil karena mereka tidak kelelahan secara mental sebelum hari tes tiba.
C. Langkah 3: Strategi Spesifik per Seksi
1. Reading (0–30)
Reading TOEFL iBT bukan sekadar membaca cepat. Soalnya menguji kemampuan analisis, pemahaman retorika teks akademis, dan penalaran inferensial.
Tips untuk retaker:
• Kalau kamu sering salah di soal “inference” atau “rhetorical purpose”, latih diri untuk selalu bertanya: Mengapa penulis menulis kalimat/paragraf ini? Bukan hanya apa isinya.
• Biasakan membaca teks akademis dalam Bahasa Inggris setiap hari — jurnal ilmiah, artikel dari Scientific American, atau teks dari Khan Academy sudah cukup.
• Latihan dengan timer. Setiap passage idealnya diselesaikan dalam 18–20 menit. Banyak retaker yang sebenarnya paham materi tapi kehabisan waktu.
• Perhatikan soal “summary” dan “fill-in-a-table” — soal ini bernilai lebih dari 1 poin, jadi satu kesalahan di sini dampaknya lebih besar.
2. Listening (0–30)
Listening TOEFL iBT terdiri dari percakapan pendek dan lecture panjang. Lecture-nya bisa mencapai 5–6 menit dengan topik akademis yang cukup spesifik seperti biologi, sejarah, atau linguistik.
Tips untuk retaker:
• Jangan hanya mendengarkan — latih note-taking. Gunakan singkatan dan simbol untuk mencatat poin utama, perubahan topik, dan contoh penting.
• Dengarkan konten berbahasa Inggris dengan aksen beragam: Amerika, Inggris, Australia. TOEFL iBT tidak terbatas pada satu aksen.
• Setelah mendengarkan sebuah podcast atau lecture, coba rangkum isinya dalam Bahasa Inggris secara lisan atau tulisan. Ini melatih pemahaman aktif, bukan hanya pasif.
• Fokus pada transisi: kata seperti however, in contrast, as a result, the key point is — ini sering jadi petunjuk soal yang akan ditanyakan.
3. Speaking (0–30)
Ini adalah seksi yang paling bikin deg-degan bagi banyak retaker, terutama karena harus berbicara dengan waktu persiapan yang sangat singkat.
TOEFL iBT Speaking terdiri dari 4 task:
• Task 1 (Independent): Pendapat pribadi tentang suatu topik. Waktu persiapan 15 detik, berbicara 45 detik.
• Task 2–4 (Integrated): Menggabungkan informasi dari teks/audio dengan respons lisan.
Tips untuk retaker:
• Rekam diri sendiri saat latihan. Ini terasa canggung, tapi sangat efektif untuk mendeteksi masalah seperti pengucapan yang tidak jelas, terlalu banyak jeda, atau kalimat yang tidak selesai.
• Gunakan template respons yang fleksibel. Untuk Task 1, misalnya: “I believe that… First,… For example,… Additionally,… Therefore…” — struktur ini membantu kamu tetap fokus meski gugup.
• Latih berbicara tentang topik acak selama 45 detik tanpa henti. Topik seperti “describe a place you love” atau “should students have part-time jobs?” bisa jadi bahan latihan harian.
• Untuk task integrated, fokus pada akurasi informasi dulu — penilaian TOEFL iBT sangat mementingkan apakah kamu menyampaikan poin dari sumber dengan benar.
4. Writing (0–30)
Writing TOEFL iBT terdiri dari dua task:
• Integrated Task: Membaca passage, mendengarkan lecture, lalu menulis esai 150–225 kata yang menjelaskan bagaimana lecture merespons atau menentang isi passage. Waktu: 20 menit.
• Academic Discussion Task: Merespons sebuah diskusi online dari dosen dan dua mahasiswa. Kamu diminta menulis minimal 100 kata yang relevan dan substantif dalam 10 menit.
Tips untuk retaker:
• Untuk Integrated Task, jangan sampai hanya meringkas passage — tugasmu adalah menjelaskan bagaimana lecture merespons poin-poin di passage. Gunakan kata seperti challenges, counters, refutes, atau supports.
• Untuk Academic Discussion Task, tambahkan argumen baru yang belum disebutkan oleh mahasiswa lain dalam diskusi. Penilaian sangat memperhatikan kontribusi substantif, bukan sekadar setuju.
• Perhatikan grammar, khususnya subject-verb agreement, penggunaan artikel (a, an, the), dan tenses. Kesalahan tata bahasa yang berulang bisa menurunkan skor secara signifikan.
• Gunakan kosakata akademis secara wajar. Jangan memaksakan kata-kata sulit kalau kamu tidak yakin penggunaannya tepat.

D. Langkah 4: Jadwal Belajar yang Tidak Bikin Burnout
Kesalahan umum retaker adalah belajar terlalu keras di awal lalu kelelahan di pertengahan persiapan. Lebih baik konsisten dengan waktu yang moderat daripada intensif tapi tidak tahan lama.
Contoh jadwal harian (2 jam per hari):
| Waktu | Aktivitas |
| 30 menit | Latihan Reading (1 passage) |
| 30 menit | Latihan Listening (1 set soal) |
| 30 menit | Latihan Speaking atau Writing |
| 30 menit | Review kesalahan + kosakata baru |
Di akhir pekan, lakukan 1 sesi simulasi penuh (mock test) untuk membiasakan diri dengan durasi tes yang sebenarnya — sekitar 3 jam.
Gunakan sumber resmi dari ETS seperti TOEFL Practice Online (TPO) untuk simulasi. Materi ini dibuat oleh pembuat tes itu sendiri, sehingga paling akurat merepresentasikan soal asli.
E. Langkah 5: Perhatikan Hal Teknis dan Mental
Selain kemampuan bahasa, ada faktor teknis dan psikologis yang tidak boleh diabaikan.
Teknis:
• Pastikan kamu familiar dengan antarmuka tes TOEFL iBT, terutama jika mengambil versi di test center. Kamu akan menggunakan headset dan keyboard komputer — latih mengetik dalam Bahasa Inggris dengan cepat.
•Kalau memilih TOEFL iBT Home Edition, pastikan koneksi internet stabil, ruangan bebas gangguan, dan semua persyaratan teknis ETS terpenuhi sebelum hari H.
Mental:
• Kecemasan adalah musuh utama retaker. Kamu sudah pernah melewatinya — itu bukti bahwa kamu bisa. Gunakan pengalaman pertama sebagai fondasi, bukan beban.
• Jangan membandingkan diri dengan orang lain. Fokus pada progres pribadimu dari tes sebelumnya.
• Tidur yang cukup di malam sebelum tes jauh lebih bermanfaat daripada begadang untuk belajar.
F. Langkah 6: Gunakan Sumber Belajar yang Tepat
Tidak semua sumber belajar TOEFL iBT kualitasnya sama. Berikut beberapa yang terpercaya dan relevan:
• ETS TOEFL Official Prep (ets.org/toefl) — sumber paling resmi dan akurat
• TOEFL Practice Online (TPO) — simulasi tes penuh dengan soal nyata
• Magoosh TOEFL — video penjelasan per seksi yang mudah dipahami
• Notefull (YouTube) — tips Speaking dan Writing yang sangat praktis
• Cambridge Grammar in Use — untuk memperkuat grammar dasar
Hindari belajar dari soal-soal yang tidak resmi atau dari sumber yang tidak jelas, karena formatnya bisa berbeda dan justru membingungkan.

Menjadi retaker TOEFL iBT bukan sesuatu yang memalukan — justru sebaliknya, kamu sudah selangkah lebih maju dibanding mereka yang belum pernah mencoba. Kamu punya data nyata tentang kemampuanmu, dan itu adalah titik awal yang jauh lebih kuat. Dengan strategi yang tepat, analisis yang jujur terhadap hasil sebelumnya, dan konsistensi dalam belajar, peningkatan skor yang signifikan sangat mungkin kamu capai. Kuncinya bukan belajar lebih keras, tapi belajar lebih cerdas dan terarah.
Yang tidak kalah penting adalah memastikan kamu mendaftar tes di tempat yang terpercaya dan prosesnya mudah. Jangan sampai persiapan yang sudah matang terhambat oleh urusan administrasi yang rumit atau biaya yang tidak transparan. Pilih pusat tes yang sudah berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang baik dalam memfasilitasi peserta TOEFL iBT.
Telkom University Language Center (LaC) hadir sebagai solusi untuk kamu yang ingin mengikuti tes TOEFL iBT dengan mudah dan terpercaya. LaC resmi terdaftar sebagai Voucher Reseller TOEFL iBT® yang bekerja sama dengan IIEF (Indonesia International Education Foundation). Dengan membeli voucher TOEFL iBT di LaC seharga Rp3.000.000 untuk Civitas Tel-U dan Rp3.330.000 untuk non-Civitas, kamu tidak perlu repot membayar dalam dolar — voucher langsung memotong biaya pendaftaran di platform ETS. Tes tersedia setiap hari dengan 30 sesi mulai pukul 00.10 hingga 16.50 WIB, dan bisa dilaksanakan secara luring di test center maupun daring melalui TOEFL iBT Home Edition. Yuk, jadwalkan tes TOEFL iBT-mu sekarang di lac.telkomuniversity.ac.id/tes-bahasa-lac/toefl-ibt/ dan buktikan bahwa persiapanmu kali ini membuahkan hasil!
Penulis: Pusat Bahasa Tel-U | Editor: Auliya Rahman P | Foto: Pusat Bahasa Tel-U
Eksplorasi konten lain dari Telkom University Language Center
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.