Roadmap Persiapan TOEFL ITP dari A–Z (Part 2): Strategi Belajar Berdasarkan Section Tes  

Roadmap Persiapan TOEFL ITP dari A–Z (Part 2): Strategi Belajar Berdasarkan Section Tes  

Setelah di Part 1 kamu sudah tahu posisi levelmu dan punya target skor yang jelas, sekarang saatnya naik ke level berikutnya: memahami strategi belajar TOEFL ITP yang benar-benar bekerja untuk masing-masing section tes. Ini bukan soal belajar lebih keras, tapi soal belajar lebih cerdas. Karena percuma saja kamu menghabiskan berjam-jam latihan soal kalau ternyata kamu salah memahami apa yang diuji di setiap bagian tes.

Banyak peserta tes yang gagal bukan karena kemampuan bahasa Inggrisnya kurang, melainkan karena mereka tidak paham “cara main” di masing-masing section. TOEFL ITP punya tiga section dengan karakter yang sangat berbeda satu sama lain—Listening Comprehension, Structure & Written Expression, dan Reading Comprehension. Masing-masing punya jebakan, pola soal, dan pendekatan belajar yang berbeda pula. Kalau kamu menyamakan cara belajar ketiganya, hasilnya tidak akan optimal.

Artikel kedua dalam seri Roadmap Persiapan TOEFL ITP dari A–Z ini akan membedah ketiga section tersebut secara praktis dan mendalam. Kamu akan tahu apa saja yang benar-benar sering muncul di soal, di mana biasanya peserta tersandung, dan bagaimana cara berlatih yang paling efisien untuk masing-masing bagian. Siapkan catatanmu!

Seorang mahasiswa sedang mengerjakan latihan soal TOEFL ITP di meja belajar dengan headphone dan buku catatan


A. Mengenal Karakter Masing-Masing Section  

Sebelum masuk ke strategi spesifik, penting untuk memahami gambaran besar dari setiap section. Ini bukan sekadar pengantar formalitas—memahami “DNA” masing-masing section adalah bagian dari strategi itu sendiri.

TOEFL ITP terdiri dari tiga section dengan total waktu sekitar 115 menit:

• Section 1 – Listening Comprehension: 50 soal, 35 menit. Kamu akan mendengarkan percakapan pendek, percakapan panjang, dan ceramah singkat, lalu menjawab pertanyaan berdasarkan apa yang kamu dengar.

• Section 2 – Structure & Written Expression: 40 soal, 25 menit. Dibagi menjadi dua jenis: mengisi kalimat rumpang dengan struktur yang tepat (15 soal), dan mengidentifikasi bagian kalimat yang mengandung kesalahan gramatikal (25 soal).

• Section 3 – Reading Comprehension: 50 soal, 55 menit. Kamu akan membaca 5–6 teks akademik dan menjawab pertanyaan seputar isi, makna kosakata, inferensi, hingga tujuan penulis.

Dengan memahami proporsi ini, kamu bisa mulai mengalokasikan waktu belajar secara proporsional—tapi bukan berarti rata. Section mana yang paling lemah harus mendapat porsi latihan yang lebih besar.


B. Strategi Section 1: Listening Comprehension 

Apa yang Sebenarnya Diuji?

Banyak yang mengira Listening TOEFL ITP cukup dihadapi dengan “sering menonton film berbahasa Inggris”. Tidak salah, tapi tidak cukup. Listening di TOEFL ITP menguji kemampuanmu menangkap informasi faktual, ide pokok, inferensi, dan tujuan pembicara dalam konteks akademik dan percakapan sehari-hari di lingkungan kampus Amerika.

Ada tiga bagian dalam Listening TOEFL ITP:

• Part A: Percakapan singkat dua orang (sekitar 30 dialog pendek). Kuncinya adalah memahami makna tersirat, bukan hanya yang tersurat.

• Part B: Percakapan panjang dua orang. Biasanya membahas topik kehidupan kampus.

• Part C: “Mini-lecture” atau ceramah singkat seorang pembicara. Ini bagian yang paling menantang karena materinya padat.

Jebakan Umum

Di Part A, soalnya sering berupa implied meaning—jawaban yang benar justru bukan yang secara eksplisit diucapkan. Misalnya, kalau seseorang berkata, “I couldn’t sleep at all last night,” jawabannya bukan “dia mengantuk” tapi mungkin “dia punya masalah”. Ini yang sering bikin peserta terkecoh.

Di Part C, banyak peserta panik karena informasinya banyak dan cepat. Solusinya adalah mental mapping: saat mendengar, cepat catat kata kunci utama di kepala (atau di kertas corat-coret jika diperbolehkan)—siapa, apa, mengapa, dan bagaimana.

Tips Belajar yang Efektif

1. Latih telinga dengan input yang levelnya tepat. Gunakan podcast berbahasa Inggris dengan topik akademik ringan. VOA Learning English atau TED-Ed adalah pilihan bagus. Jangan langsung ke podcast native speed yang terlalu cepat jika level kamu masih intermediate.

2. Shadowing untuk melatih pemrosesan cepat. Dengarkan satu kalimat, jeda, lalu ucapkan ulang. Teknik ini melatih otakmu untuk memproses bahasa Inggris secara real-time, bukan dengan menerjemahkan satu per satu kata.

3. Latihan soal berbasis rekaman resmi. Gunakan soal dari Longman Complete Course for the TOEFL Test atau Barron’s TOEFL ITP yang sudah dilengkapi audio rekaman. Jangan hanya membaca transkripnya saja—itu tidak melatih kemampuan mendengar kamu sama sekali.

Identifikasi sinyal transisi. Dalam Part C, perhatikan kata-kata seperti “however,” “in addition,” “the main point is,” dan “to summarize.” Kata-kata ini adalah sinyal bahwa informasi penting akan segera muncul.

Buku latihan TOEFL ITP terbuka di halaman section structure and written expression dengan soal grammar



C. Strategi Section 2: Structure & Written Expression 

Apa yang Sebenarnya Diuji? 
Section ini adalah favorit banyak orang untuk “diakali” karena polanya relatif bisa dipelajari secara sistematis. Structure menguji pemahamanmu tentang tata bahasa formal Bahasa Inggris—mulai dari subject-verb agreement, penggunaan kata hubung, parallelism, hingga penggunaan kata ganti (pronoun). 
 
Pola yang Paling Sering Muncul 
Berdasarkan analisis soal-soal TOEFL ITP dari tahun ke tahun, berikut adalah topik grammatikal yang paling konsisten muncul: 

• Verb tenses dan subject-verb agreement — Apakah subjek dan predikat sudah sesuai? Apakah tense-nya logis dalam konteks kalimat?

• Reduced clauses — Penyederhanaan klausa seperti “The student studying in the library…” yang merupakan bentuk ringkas dari “The student who is studying…”

• Parallel structure — Kesetaraan bentuk dalam satu kalimat, misalnya “She likes reading, writing, and to swim” (salah) vs “She likes reading, writing, and swimming” (benar).

• Comparatives & superlatives — Kesalahan pada bentuk perbandingan adalah jebakan klasik.

• Dangling modifier — Klausa penjelas yang tidak jelas merujuk ke mana.

Strategi Belajar yang Terbukti 
1. Pelajari pola, bukan hafalan. Alih-alih menghafal ratusan aturan gramatikal, pelajari mengapa sebuah kalimat salah. Ini membuatmu lebih fleksibel menghadapi variasi soal yang belum pernah kamu lihat sebelumnya.

2. Buat “error log” pribadi. Setiap kali kamu salah menjawab soal Structure, tulis kalimatnya, tandai bagian yang salah, dan tuliskan aturan gramatikal yang berlaku. Lakukan ini secara konsisten dan kamu akan melihat pola kelemahan spesifik yang selalu kamu buat.

3. Kuasai 10 jenis kesalahan paling umum terlebih dahulu. Jangan mencoba menguasai semua topik sekaligus. Mulai dari yang paling sering muncul: subject-verb agreement, verb tense consistency, dan parallel structure. Setelah tiga ini dikuasai, baru lanjut ke topik yang lebih jarang.

4. Latihan soal dengan batas waktu ketat. Section ini hanya memberi waktu rata-rata 37,5 detik per soal. Latihlah kecepatan kamu. Jika lebih dari 1 menit masih bingung di satu soal, lewati dan tandai untuk kembali di akhir.

5. Baca kalimat secara menyeluruh dulu. Banyak peserta langsung fokus ke bagian yang digarisbawahi (di Part B) tanpa membaca keseluruhan kalimat. Padahal, konteks kalimat sering kali menjadi kunci untuk menemukan kesalahannya.



D. Strategi Section 3: Reading Comprehension 

Apa yang Sebenarnya Diuji?

Reading di TOEFL ITP bukan sekadar “paham teks”. Section ini menguji kecepatan membaca, pemahaman kosakata dalam konteks, kemampuan inferensi, serta identifikasi ide utama dan detail pendukung. Teksnya biasanya bertopik ilmu pengetahuan alam, sejarah Amerika, seni, atau biologi—topik-topik yang mungkin terasa asing bagi banyak mahasiswa Indonesia.

Jenis Soal yang Perlu Kamu Kenali

• Main idea questions: “What is the main topic of the passage?” — Jawaban biasanya bersifat umum dan mencakup keseluruhan teks, bukan detail spesifik.

• Detail questions: Pertanyaan tentang fakta spesifik yang ada di teks. Kamu harus bisa menemukan jawabannya di paragraf tertentu.

• Vocabulary in context: “The word X in line Y most nearly means…” — Jangan hanya mengandalkan arti kata yang kamu tahu, karena kata yang sama bisa bermakna berbeda dalam konteks berbeda.

• Inference questions: “What can be inferred from paragraph 3?” — Ini membutuhkan kemampuan membaca “antara baris”.

• Reference questions: “The word ‘they’ in line Z refers to…” — Menguji kemampuan memahami alur referensi dalam teks.

Tips Belajar yang Efektif

1. Kuasai teknik skimming dan scanning. Skimming adalah membaca cepat untuk menangkap ide besar, sedangkan scanning adalah mencari informasi spesifik. Untuk Reading TOEFL ITP, bacalah paragraf pertama dan kalimat pertama setiap paragraf saat skimming, lalu scanning ke bagian yang relevan saat menjawab soal detail.

2. Perbanyak kosakata akademik. Pelajari Academic Word List (AWL) yang dikembangkan oleh Averil Coxhead. Daftar ini berisi kata-kata yang paling sering muncul dalam teks akademik berbahasa Inggris. Banyak kosakata di Reading TOEFL ITP berasal dari daftar ini.

3. Biasakan membaca teks akademik berbahasa Inggris setiap hari. Artikel dari Scientific American, National Geographic, atau BBC Learning English adalah sumber yang bagus. Ini melatih stamina membaca sekaligus memperkaya konteks kosakata kamu.

4. Jangan baca teks secara keseluruhan sebelum melihat soal. Strategi yang lebih efisien: baca soal pertama, lalu cari jawabannya di teks. Kemudian baca soal kedua, dan seterusnya. Ini menghemat waktu secara signifikan.

5. Perhatikan clue words di soal. Kata seperti “according to the passage,” “it can be inferred that,” atau “the author implies” memberitahumu jenis analisis apa yang dibutuhkan. Ini membantu kamu tidak salah arah dalam menjawab.


E.  Membuat Jadwal Belajar Berdasarkan Section 

Mengetahui strategi tanpa mengeksekusinya tentu tidak ada gunanya. Berikut adalah contoh pembagian waktu belajar mingguan yang bisa kamu adaptasi berdasarkan kondisimu:

Jika kamu punya waktu 1,5 jam per hari untuk belajar TOEFL ITP, coba pola ini:

• Senin & Kamis: Fokus Listening — latihan soal Part A, B, dan C + review kesalahan (90 menit)

• Selasa & Jumat: Fokus Structure — latihan 40 soal dengan timer + update error log (90 menit)

• Rabu & Sabtu: Fokus Reading — latihan 1–2 teks lengkap + belajar kosakata baru (90 menit)

• Minggu: Simulasi tes mini (1 section penuh) atau review keseluruhan materi (90 menit)

Yang penting dari jadwal ini adalah konsistensi dan review. Banyak orang rajin berlatih soal tapi tidak pernah meluangkan waktu untuk memahami mengapa jawabannya salah. Padahal, di sanalah proses belajar yang sesungguhnya terjadi.

Mahasiswa Indonesia sedang membaca teks akademik bahasa Inggris untuk latihan section reading TOEFL ITP

Mempersiapkan TOEFL ITP dengan strategi yang tepat per section adalah perbedaan antara belajar asal-asalan dan belajar yang benar-benar mengangkat skor. Listening butuh kepekaan dan latihan telinga yang konsisten, Structure membutuhkan pemahaman pola gramatikal yang sistematis, dan Reading menuntut kecepatan sekaligus kedalaman analisis. Ketiganya berbeda, dan ketiganya sama pentingnya—tidak ada section yang bisa diabaikan jika kamu ingin mencetak skor yang kompetitif.

Jangan tergoda untuk hanya mengasah section yang sudah kamu kuasai, karena justru di situlah banyak peserta kehilangan skor. Ingat, nilai akhir TOEFL ITP adalah rata-rata tertimbang dari ketiga section, sehingga satu section yang lemah bisa menarik keseluruhan skormu ke bawah. Semakin seimbang kemampuanmu di ketiga area ini, semakin stabil dan tinggi skor yang bisa kamu raih.

Sudah siap mempraktikkan semua strategi ini dalam lingkungan tes yang sesungguhnya? Telkom University Language Center (LaC) membuka tes TOEFL ITP® resmi setiap hari Selasa, tersedia dalam dua sesi: Sesi 1 pukul 09.00–12.00 WIB dan Sesi 2 pukul 13.30–16.30 WIB. Tes bisa dilaksanakan secara onsite di Pusat Bahasa Universitas Telkom maupun online dari rumah. Tarif untuk civitas Telkom University hanya Rp550.000, dan Rp610.500 untuk peserta dari luar kampus. LaC Telkom University adalah authorized test center resmi yang bekerja sama dengan IIEF (Indonesia International Education Foundation), jadi sertifikat yang kamu dapatkan diakui secara resmi. Daftarkan dirimu sekarang di lac.telkomuniversity.ac.id/tes-bahasa-lac/toefl-itp/ dan buktikan bahwa persiapanmu selama ini tidak sia-sia!

Penulis: Pusat Bahasa Tel-U | Editor: Auliya Rahman P | Foto: Pusat Bahasa Tel-U


Eksplorasi konten lain dari Telkom University Language Center

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *