
Language Festival (LAFEST) 2026: Enhancing Language Learning and Communication for Global Education
Telkom University Language Center (LaC) kembali menyelenggarakan Language Festival (LAFEST) 2026 sebagai agenda tahunan pengembangan kompetensi bahasa. Mengusung tema “Enhancing Language Learning and Communication for Global Education”, kegiatan ini hadir sebagai wadah kolaboratif bagi mahasiswa, pelajar, civitas akademika, serta mitra strategis untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreativitas, dan wawasan internasional melalui berbagai kompetisi, seminar, dan kolaborasi lintas budaya.
LAFEST 2026 bertujuan untuk mendorong pengembangan minat dan bakat di bidang bahasa melalui kompetisi yang kreatif dan inspiratif, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya komunikasi lintas budaya di era global. Rangkaian kompetisi yang diselenggarakan meliputi English News Reading, English Wordle Tournament, English Speech Competition, Korean Reading Challenge, dan Mendeskripsikan Gambar untuk BIPA. Kompetisi ini diikuti oleh pelajar SMA/SMK/sederajat, mahasiswa aktif dari berbagai universitas di Indonesia, hingga mahasiswa asing.
Kegiatan dimulai dengan proses pendaftaran dan pengunggahan karya pada 7–30 April 2026, dilanjutkan dengan babak penyisihan dan penilaian juri pada 1–13 Mei 2026, serta acara puncak dan babak final pada 21 Mei 2026. Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 76 peserta untuk English Wordle Tournament, 50 peserta untuk English News Reading, 43 peserta untuk English Speech Competition, 37 peserta untuk Mendeskripsikan Gambar, dan 33 peserta untuk Korean Reading Challenge.

Laporan LAFEST 2026 dari Ibu Rika Yuliant, M.I.Kom.,
Acara puncak dibuka dengan laporan dari Ibu Rika Yuliant, M.I.Kom., selaku Kepala Bagian Pusat Bahasa Telkom University. Beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan finalis, serta menegaskan komitmen LaC untuk terus menghadirkan ruang pengembangan bahasa yang modern dan berorientasi global seperti yang beliau sampaikan pada laporannya, “LAFEST 2026 is a meaningful platform for students to improve their language competence, communication skills, confidence, and global perspective”. Dengan semangat itu, LAFEST diharapkan menjadi lebih dari sekadar kompetisi, melainkan wadah pembelajaran dan kolaborasi yang berdampak nyata bagi generasi muda.

Opening Speech dari Ibu Idola Perdini Putri, Ph.D.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan opening speech disampaikan oleh Ibu Idola Perdini Putri, Ph.D., Direktur Digital Learning and Language Center Telkom University, yang mewakili Bapak Parman Sukarno, S.T., M.Sc., Ph.D., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik & Perencanaan Strategis. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa LAFEST bukan sekadar kompetisi bahasa, melainkan platform yang mendorong peserta untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan wawasan global. Beliau juga menyampaikan bahwa penguasaan bahasa menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi tantangan komunikasi di era internasional dan digital. Hal tersebut disampaikan melalui pernyataannya dalam opening speech, “LAFEST 2026 is more than just a competition, it’s a platform that encourages students to develop language competence, communication skills, confidence, creativity, and global perspective.” Melalui pesan tersebut, Ibu Idola menegaskan bahwa LAFEST hadir sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan berbagai pihak untuk membangun kepercayaan diri, memperluas wawasan, serta membuka peluang global melalui penguasaan bahasa dan komunikasi lintas budaya.
Sebagai bagian dari acara utama, LAFEST 2026 menghadirkan keynote speech dari empat pembicara internasional. Chris Widener (Amerika Serikat) membawakan topik Leadership and Human Communication for Global Education, Lloyd Abria Luna (Filipina) membahas Building Youth Confidence through Communication Skills, Christine Gneuss (Jerman) menyampaikan materi Intercultural Communication in Global Education, dan Ibu Idola Perdini Putri membawakan topik Enhancing Language Learning through Digital Innovation. Seluruh sesi berlangsung interaktif dan memberikan wawasan global mengenai komunikasi lintas budaya dan pembelajaran bahasa di era digital.

Chris Widener: Leadership and Human Communication for Global Education.

Lloyd Abria Luna: Building Youth Confidence Through Communication Skills.

Christine Gneuss: Intercultural Communication in Global Education.

Idola Perdini Putri, Ph.D. : Enhancing Language Learning Through Digital Innovation
Acara kemudian dilanjutkan dengan babak final seluruh kompetisi yang menghadirkan para finalis terbaik dari setiap cabang lomba. Pada kesempatan ini, setiap kompetisi dinilai oleh dewan juri yang berpengalaman di bidangnya masing-masing.
English News Reading dinilai oleh:
1. Alexandria Cempaka Harum (Mantan Penyiar & Dosen Universitas Islam Bandung)
2. Indah Rahmawati (Interpreter, MC, Pengisi Suara, & Pengajar Bahasa Inggris)
3. Pradipta Dirgantara (Mantan Jurnalis Televisi & Dosen Telkom University)

Juri English News Reading
English Speech Competition dinilai oleh:
1. Idola Perdini Putri, Ph.D. (Direktur Digital Learning and Language Center Telkom University)
2. Lloyd Abria Luna (Motivator, Penulis, & Entrepreneur)
3. Maria Jacinta Arquisola (Associate Professor of Management & Director of Teaching and Learning, Deakin University Lancaster University Indonesia)

Juri English Speech Competition

Juri Korean Reading Challenge
Korean Reading Challenge dinilai oleh:
1. Lee Hye Won (Pengajar Native Korea King Sejong Institute Bandung 2)
2. Abdul Karim Asmaulludin (Pengajar King Sejong Institute Bandung 2)
3. Jayanti Megasari (Dosen Pendidikan Bahasa Korea, Universitas Pendidikan Indonesia)

Juri Mendeskripsikan Gambar (BIPA)
Mendeskripsikan Gambar (BIPA) dinilai oleh:
1. Dr. Suci Sundusiah, M.Pd. (Dosen S2 Pendidikan BIPA)
2. Taufiq Awaludin, S.S. (Penerjemah Ahli Madya)
3. Dr. Maylanny Christin, M.Si. (Dosen Ilmu Komunikasi)
Selain itu, English Wordle Tournament turut menjadi salah satu kompetisi yang paling interaktif karena menguji kecepatan berpikir dan penguasaan kosakata bahasa Inggris para finalis secara langsung di atas panggung.
Setelah seluruh final kompetisi selesai, acara dilanjutkan dengan sesi presentasi mitra yang menghadirkan ITC, IDP, IFI, International Office, King Sejong Institute Bandung 2, LaC x IIEF, Open Library, dan PUSBISINDO Jawa Barat. Melalui sesi ini, peserta memperoleh informasi mengenai peluang beasiswa, pembelajaran bahasa asing, literasi digital, hingga kesempatan kolaborasi internasional.

Presentasi dari mitra-mitra LaC

Presentasi dari LaC
Pada sesi penutupan, diumumkan para pemenang dari setiap cabang kompetisi yang telah berhasil menunjukkan kemampuan terbaik mereka selama rangkaian LAFEST 2026 berlangsung.
Pemenang English News Reading:
• Juara 1: Hijriyah Chairiyah (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
• Juara 2: Alifya Safira Akhran (Telkom University)
• Juara 3: Khaisa Aviva (Universitas Singaperbangsa Karawang)

Pemenang English News Reading
Pemenang English Speech Competition:
• Juara 1: Syafira Nurfauziyah (SMK Telkom Purwokerto)
• Juara 2: Muhammad Afgan Gahzy (SMK Telkom Sidoarjo)
• Juara 3: Athallah Rafid Palamarta (Universitas Brawijaya)

Pemenang English Speech Competition
Pemenang Korean Reading Challenge:
• Juara 1: Aliyya Karima (KSI Bandung 2)
• Juara 2: So Ran (KSI KCCI)
• Juara 3: Siti Mariyam (KSI Yogyakarta)

Pemenang Korean Reading Challenge
Pemenang Mendeskripsikan Gambar (BIPA):
• Juara 1: Ana Lon Dos Reis (Telkom University)
• Juara 2: Paulina Pereira De Carvalho (Telkom University)
• Juara 3: Andry Njakatiana Anthonio (Universitas Brawijaya)

Pemenang Mendeskripsikan Gambar (BIPA)
Pemenang English Wordle Tournament:
• Juara 1: Sarah Nabila (Universitas Kuningan)
• Juara 2: Ezra Mangasi (Telkom University)
• Juara 3: Falah Akbar (Telkom University)

Pemenang Korean Reading Challenge
Selain kompetisi, LaC juga menghadirkan LaC Awards sebagai bentuk apresiasi kepada mahasiswa, dosen, staf, dan pengguna layanan yang berprestasi melalui kategori EPrT Top Scorer, Highest Score Improvement, dan Loyalty Award.

Pemenang LaC Awards

Pemenang LaC Awards
Melalui penyelenggaraan LAFEST 2026, Telkom University Language Center berharap kegiatan ini dapat terus menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan kompetensi bahasa yang relevan dengan kebutuhan global. LAFEST juga diharapkan mampu melahirkan generasi yang percaya diri, adaptif, kreatif, dan siap bersaing di tingkat internasional melalui penguasaan bahasa dan komunikasi lintas budaya.
Penulis: Pusat Bahasa Tel-U | Editor : Fristia Nopano | Foto: Pusat Bahasa Tel-U
Eksplorasi konten lain dari Telkom University Language Center
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.