Kosakata Film Vocabulary 101: Belajar Bahasa Inggris Perfilman  

Kosakata Film Vocabulary 101: Belajar Bahasa Inggris Perfilman  

Siapa sih yang tidak suka menonton film? Mulai dari maraton serial di Netflix sampai datang langsung ke bioskop demi film blockbuster terbaru, aktivitas ini sudah jadi bagian dari gaya hidup kita. Namun, pernahkah kamu merasa bingung saat membaca ulasan film dalam bahasa Inggris atau menonton video di balik layar para sineas Hollywood? Memahami Kosakata Film Vocabulary 101 bukan hanya soal tahu arti kata movie, melainkan memahami seluruh ekosistem yang ada di dalamnya agar pengalaman menonton dan belajar bahasa Inggris kamu jadi jauh lebih seru.

Bagi banyak pelajar, menonton film sering dijadikan sarana untuk mengasah kemampuan pendengaran atau listening. Namun, belajar bahasa Inggris film melalui terminologi teknis dan sehari-hari yang digunakan di industri ini akan memberikan kamu keunggulan lebih. Kamu tidak hanya akan sekadar menonton, tapi juga mampu berdiskusi secara mendalam tentang alur cerita, sinematografi, hingga kualitas akting para pemerannya layaknya seorang kritikus film profesional. Hal ini tentu sangat berguna bagi kamu yang ingin memperluas wawasan dan meningkatkan kepercayaan diri saat berbicara dalam bahasa internasional.

Artikel ini akan membahas secara tuntas berbagai istilah perfilman bahasa Inggris yang wajib kamu ketahui. Kita akan membaginya ke dalam beberapa kategori, mulai dari genre yang paling sering kita tonton, peran orang-orang hebat di balik layar, hingga istilah teknis yang sering muncul di lokasi syuting. Dengan memahami kosakata ini, kamu akan memiliki perbendaharaan kata yang lebih kaya dan spesifik. Yuk, kita mulai petualangan bahasa kita di dunia sinema yang penuh warna ini, pastikan kamu mencatat kata-kata baru yang belum pernah kamu dengar sebelumnya!

Ilustrasi mahasiswa sedang belajar kosakata film bahasa Inggris di laptop


A. Mengenal Berbagai Genre Film dalam Bahasa Inggri

Langkah pertama dalam menguasai kosakata perfilman adalah mengenali genre atau jenis-jenis film. Genre adalah kategori yang menentukan nuansa, cerita, dan gaya sebuah film. Jika seseorang bertanya, “What kind of movie do you like?”, kamu tentu harus bisa menjawabnya dengan spesifik. Berikut adalah beberapa genre yang sangat populer di kalangan remaja dan mahasiswa, beserta penjelasan singkatnya.

Pertama ada Action, yang identik dengan adegan laga, kejar-kejaran mobil, dan ledakan. Biasanya film ini memiliki tempo yang sangat cepat. Kemudian ada Comedy, genre yang bertujuan untuk menghibur dan membuat penonton tertawa melalui dialog lucu atau situasi yang konyol. Jika kamu suka ketegangan, ada genre Horror yang dirancang untuk menakut-nakuti, atau Thriller yang lebih fokus pada ketegangan mental dan misteri yang membuat jantung berdebar.

Selain itu, jangan lupakan Sci-Fi atau Science Fiction, yang menggabungkan elemen ilmu pengetahuan fiksi seperti perjalanan waktu atau kehidupan di planet lain. Bagi kamu yang romantis, Rom-com atau Romantic Comedy sering menjadi pilihan utama karena menggabungkan unsur cinta dengan bumbu komedi yang ringan. Ada juga Documentary, film yang berdasarkan fakta dan kehidupan nyata untuk tujuan edukasi atau informasi. Mengenal istilah-istilah genre ini secara tepat akan memudahkan kamu dalam mencari referensi tontonan yang sesuai dengan selera.


B. Orang-orang di Balik Layar: Peran dan Tanggung Jawab 

Sebuah film yang hebat tidak hanya dibuat oleh para aktor yang kita lihat di layar, ada ribuan orang yang bekerja keras di balik layar. Memahami istilah untuk peran-peran ini sangat penting jika kamu ingin memahami kredit film atau wawancara eksklusif. Sosok yang paling sering disebut adalah Director, atau sutradara, yang bertanggung jawab penuh atas visi artistik dan kreatif sebuah film. Dialah yang memberikan instruksi kepada semua orang agar film tersebut sesuai dengan konsep yang diinginkan.

Kemudian ada Producer, orang yang mengurus sisi bisnis dan organisasi film, mulai dari pendanaan hingga jadwal produksi. Di sisi teknis, kita mengenal Cinematographer, atau sering disebut Director of Photography (DP), yang bertanggung jawab atas pencahayaan dan pengambilan gambar agar terlihat estetik. Jangan lupa juga dengan Screenwriter, orang yang menulis naskah atau skenario film, yang menjadi fondasi utama dari sebuah cerita sebelum diproduksi.

Selain peran utama di atas, ada juga peran pendukung yang tidak kalah penting seperti Editor, yang bertugas menyatukan potongan-potongan gambar menjadi sebuah cerita yang utuh. Ada pula Costume Designer yang merancang pakaian karakter, serta Makeup Artist yang mengubah penampilan fisik aktor agar sesuai dengan perannya. Memahami peran-peran ini akan membuat kamu lebih menghargai kompleksitas dari sebuah karya seni audiovisual.

Gambar clapperboard film dengan daftar istilah perfilman dalam bahasa Inggris



C. Istilah Produksi dan Suasana di Lokasi Syuting 

Pernahkah kamu mendengar istilah action atau cut? Itu hanyalah sebagian kecil dari kosakata yang digunakan selama proses produksi. Proses pembuatan film sendiri biasanya dibagi menjadi tiga tahap utama, yaitu Pre-production (perencanaan), Production (saat pengambilan gambar), dan Post-production (penyuntingan). Di setiap tahap ini, ada banyak kosakata spesifik yang digunakan oleh tim produksi untuk berkomunikasi secara efektif.

Salah satu benda yang paling ikonik di lokasi syuting adalah Clapperboard, papan kecil berwarna hitam putih yang diketukkan sebelum syuting dimulai untuk menyelaraskan suara dan gambar. Saat proses syuting berlangsung, sutradara sering menggunakan kata Take untuk merujuk pada satu kali pengambilan gambar tertentu. Jika sebuah adegan gagal, mereka akan melakukannya lagi pada take kedua, ketiga, dan seterusnya. Istilah lain yang sering muncul adalah Bloopers, yaitu rekaman kesalahan lucu yang terjadi selama syuting yang biasanya ditampilkan di akhir film.

Selain itu, ada istilah Footage, yang merujuk pada rekaman mentah yang belum diedit. Selama proses ini, para aktor sering kali menggunakan Props, atau properti, yaitu benda-benda yang digunakan aktor dalam sebuah adegan agar terlihat lebih nyata. Jika film tersebut membutuhkan latar tempat yang tidak mungkin ditemukan di dunia nyata, tim produksi akan menggunakan Green Screen, layar hijau yang nantinya akan diganti dengan latar digital menggunakan teknologi komputer.



D. Membedah Elemen Cerita dan Plot 

Sebuah film yang bagus biasanya memiliki struktur cerita yang kuat. Untuk bisa berdiskusi tentang isi film, kamu perlu tahu kosakata yang berhubungan dengan plot atau alur cerita. Kata Plot sendiri merujuk pada urutan kejadian yang membentuk cerita. Di dalam plot, sering kali terdapat Twist, atau plot twist, yaitu perubahan alur cerita yang tidak terduga dan sering kali mengejutkan penonton di akhir film.

Setiap cerita biasanya dimulai dengan Introduction atau perkenalan karakter, lalu menuju ke Conflict, yaitu masalah utama yang dihadapi oleh tokoh utama. Puncak dari ketegangan dalam sebuah film disebut dengan Climax, di mana semua konflik mencapai titik tertinggi sebelum akhirnya diselesaikan dalam Resolution. Jika film tersebut berakhir menggantung dan membuat penonton bertanya-tanya, istilah yang digunakan adalah Cliffhanger.

Selain alur, karakter juga memiliki istilahnya sendiri. Tokoh utama atau pahlawan dalam cerita disebut Protagonist, sementara lawan atau penjahatnya disebut Antagonist. Sering kali ada juga karakter Sidekick, yaitu teman dekat tokoh utama yang membantu dalam perjalanan cerita. Dengan memahami elemen-elemen ini, kamu bisa memberikan ulasan yang lebih berbobot saat sedang mengobrol dengan teman sesama pecinta film.



E. Kosakata Teknis Sinematografi dan Audio 

Bagi kamu yang menyukai aspek visual, menguasai kosakata sinematografi akan sangat membantu. Sinematografi berkaitan dengan cara kamera menangkap gambar. Salah satu istilah dasar adalah Shot, yaitu gambar yang diambil secara terus-menerus tanpa jeda. Ada berbagai jenis shot, seperti Close-up, yang fokus pada wajah aktor untuk menunjukkan emosi, atau Wide Shot, yang memperlihatkan latar belakang secara luas untuk memberikan konteks tempat.

Selain gambar, aspek suara juga sangat krusial. Soundtrack adalah kumpulan lagu-lagu yang digunakan dalam film, sedangkan Score adalah musik instrumental asli yang digubah khusus untuk mengiringi adegan tertentu guna menciptakan suasana. Ada juga istilah Voice-over (VO), yaitu suara narator atau karakter yang terdengar tanpa memperlihatkan orang yang sedang berbicara di layar.

Dalam dunia modern, banyak film yang sangat bergantung pada CGI atau Computer-Generated Imagery, yaitu gambar atau efek visual yang dihasilkan sepenuhnya oleh komputer. Selain itu, ada juga SFX atau Special Effects, yang biasanya merujuk pada efek fisik yang dibuat di lokasi, seperti ledakan nyata atau riasan prostetik. Menguasai istilah-istilah teknis ini akan membuat kamu terlihat lebih cerdas saat mendiskusikan aspek teknis sebuah film di forum atau media sosial.


F.  Tips Mengulas Film Seperti Kritikus Profesional 

Setelah menonton film, biasanya kita ingin memberikan penilaian. Untuk melakukan hal ini dalam bahasa Inggris, kamu membutuhkan kata sifat dan frasa yang tepat. Jangan hanya bilang “The movie is good”, cobalah gunakan kata-kata yang lebih ekspresif. Jika filmnya sangat menyentuh perasaan, kamu bisa menyebutnya Moving atau Heartwarming. Jika filmnya sangat menarik dan membuat kamu tidak bisa berhenti menonton, gunakan kata Gripping atau Captivating.

Sebaliknya, jika filmnya membosankan, kamu bisa menyebutnya Dull atau Predictable karena alurnya mudah ditebak. Untuk akting yang sangat luar biasa, istilah Masterpiece sering digunakan untuk menyebut karya yang sempurna, atau Award-winning jika film tersebut sudah memenangkan penghargaan bergengsi seperti Oscar. Jangan lupa untuk memberikan alasan atau Rationale mengapa kamu memberikan penilaian tersebut agar ulasanmu terlihat lebih objektif.

Istilah lain yang penting dalam ulasan adalah Box Office, yang merujuk pada kesuksesan komersial sebuah film berdasarkan jumlah tiket yang terjual. Jika sebuah film memiliki biaya produksi kecil tapi sangat sukses dan disukai banyak orang, film tersebut sering disebut sebagai Sleeper Hit. Sebaliknya, film yang menghabiskan banyak biaya tapi gagal di pasaran disebut dengan Flop. Menggunakan istilah-istilah ini akan memberikan kesan bahwa kamu benar-benar mengerti seluk-beluk dunia perfilman.

Untuk memaksimalkan penggunaan kosakata di atas, ada beberapa aktivitas tambahan yang bisa kamu coba. Pertama, cobalah menulis ulasan film pendek di platform seperti Letterboxd atau Instagram menggunakan bahasa Inggris. Mulailah dengan struktur sederhana: genre, plot singkat, peran aktor favorit, dan penilaian akhir. Aktivitas ini akan memaksa kamu untuk mempraktikkan kosakata yang baru saja dipelajari secara langsung.

Kedua, tontonlah video video essay di YouTube yang membahas teori-teori film. Saluran seperti “Lessons from the Screenplay” atau “The Take” menggunakan banyak istilah teknis perfilman yang sangat bagus untuk melatih pendengaran kamu. Ketiga, cobalah menonton film tanpa subtitle bahasa Indonesia, atau gunakan subtitle bahasa Inggris terlebih dahulu. Ini akan membantu kamu mengasosiasikan suara yang didengar dengan tulisan istilah yang benar.

Terakhir, bergabunglah dengan komunitas pecinta film atau klub bahasa Inggris. Berdiskusi secara langsung akan melatih kelancaran atau fluency kamu dalam berbicara. Jangan takut salah, karena setiap orang yang ahli pun dulunya adalah seorang pemula. Semakin sering kamu terpapar dengan kosakata perfilman ini, semakin alami pula kata-kata tersebut akan keluar saat kamu berbicara atau menulis dalam bahasa Inggris.


G.  Manfaat Belajar Bahasa Inggris Melalui Budaya dan Perayaan

Suasana kelas English Conversation di Telkom University Language Center yang interaktif

Mengetahui berbagai istilah dalam dunia perfilman memang sangat menyenangkan, terutama jika kamu adalah seorang penikmat karya visual. Dengan menguasai Kosakata Film Vocabulary 101, kamu sudah melangkah satu level lebih tinggi dalam perjalanan belajar bahasa Inggris kamu. Kini, setiap kali menonton film, kamu tidak hanya akan terhibur oleh ceritanya, tetapi juga bisa belajar banyak hal baru dari dialog dan istilah teknis yang muncul.

Namun, sekadar menghafal kosakata saja tentu tidaklah cukup jika tidak dipraktikkan dalam percakapan nyata. Banyak pelajar bahasa Inggris merasa sudah tahu banyak kata, tapi tetap merasa kaku saat harus berbicara langsung dengan orang lain. Itulah mengapa latihan berbicara yang konsisten dengan bimbingan yang tepat sangatlah penting untuk mengubah pengetahuan pasif menjadi kemampuan aktif yang lancar.

Jika kamu ingin benar-benar fasih dan percaya diri saat berbicara bahasa Inggris, Telkom University Language Center (LaC) menyediakan solusi terbaik melalui kursus English Conversation. Dengan biaya hanya Rp1.256.000, kamu sudah mendapatkan pelatihan intensif sebanyak 20 pertemuan, termasuk biaya buku Evolve senilai Rp445.000 dan tes kemajuan ECCT®. Tersedia pilihan waktu kelas pagi (09.00 – 11.00 WIB), siang (13.00 – 15.00 WIB), maupun sore (16.00 – 18.00 WIB) baik secara onsite maupun online. Yuk, tingkatkan kemampuan speaking dan pronunciation kamu sekarang juga dengan mendaftar di laman resmi LaC Telkom University!

Penulis: Pusat Bahasa Tel-U | Editor: Auliya Rahman P | Foto: Pusat Bahasa Tel-U


Eksplorasi konten lain dari Telkom University Language Center

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *