Kesalahan Grammar Paling Umum dalam IELTS Writing dan Cara Mengatasinya

Kesalahan Grammar Paling Umum dalam IELTS Writing dan Cara Mengatasinya

Banyak peserta tes IELTS yang sudah mempersiapkan diri berbulan-bulan, menguasai kosakata akademik, memahami struktur esai, dan berlatih menulis setiap hari, namun tetap saja nilai Writing mereka tidak mencapai target yang diinginkan. Salah satu penyebab paling sering yang luput dari perhatian adalah kesalahan grammar dalam IELTS Writing yang terjadi berulang kali sepanjang jawaban. Ini bukan kesalahan yang terlihat dramatis atau langsung mencolok, melainkan kesalahan-kesalahan kecil yang terakumulasi dan pelan-pelan menggerus skor kamu tanpa kamu sadari. Padahal, grammar berkontribusi sebesar 25% dari total band score pada komponen Writing, tepatnya melalui kriteria penilaian yang disebut Grammatical Range and Accuracy.

Dalam kriteria Grammatical Range and Accuracy, penguji menilai dua hal sekaligus: seberapa beragam struktur kalimat yang kamu gunakan, dan seberapa akurat penggunaannya. Untuk mencapai Band 7 ke atas, kamu tidak hanya dituntut menulis dengan sedikit kesalahan, tetapi juga harus menunjukkan kemampuan menggunakan berbagai jenis struktur kalimat secara tepat dan konsisten. Artinya, jika kamu hanya mengandalkan kalimat-kalimat sederhana yang monoton tanpa mencoba variasi struktur, atau sebaliknya memaksakan kalimat kompleks yang ujungnya malah berantakan, keduanya sama-sama bisa menurunkan nilai kamu.

Artikel ini akan membahas secara tuntas kesalahan grammar yang paling sering ditemukan dalam IELTS Writing, baik pada Task 1 maupun Task 2, lengkap dengan contoh salah dan benarnya, serta cara mengatasinya yang praktis dan langsung bisa kamu terapkan. Tujuannya bukan untuk membuat kamu takut salah, melainkan untuk membantu kamu mengenali pola kesalahan sendiri agar bisa diperbaiki sebelum hari ujian tiba.

Mengapa Kesalahan Grammar Berdampak Besar pada Skor IELTS Writing?

Sebelum membahas jenis-jenis kesalahannya, penting untuk memahami cara penguji IELTS menilai grammar. Berdasarkan band descriptor resmi IELTS, penguji tidak menghitung jumlah kesalahan satu per satu, tetapi menilai pola secara keseluruhan. Satu kesalahan yang muncul sekali dalam esai panjang tidak akan terlalu berdampak. Namun, satu jenis kesalahan yang muncul berulang kali di hampir setiap paragraf akan mengirimkan sinyal kepada penguji bahwa penulis tidak memiliki kontrol yang baik terhadap aspek grammar tersebut, dan itu yang menurunkan skor secara signifikan.

Itulah mengapa strategi terbaik bukan sekadar belajar banyak grammar baru menjelang ujian, melainkan mengidentifikasi kesalahan paling sering kamu lakukan dan fokus untuk menghilangkan pola kesalahan tersebut.

1. Kesalahan Subject-Verb Agreement (Kesesuaian Subjek dan Kata Kerja)

Ini adalah salah satu kesalahan yang paling mendasar namun juga paling sering terjadi, bahkan pada peserta yang sudah cukup mahir sekalipun. Subject-verb agreement artinya subjek dan kata kerja dalam sebuah kalimat harus sesuai dalam hal jumlah: subjek tunggal diikuti kata kerja bentuk tunggal, dan subjek jamak diikuti kata kerja bentuk jamak.

Contoh kesalahan: “The number of students who use online learning platforms have increased significantly.”
Koreksi: “The number of students who use online learning platforms has increased significantly.”

Mengapa? Karena subjek utama kalimat di atas adalah “The number,” bukan “students.” “The number” adalah kata benda tunggal, sehingga kata kerja yang digunakan harus “has,” bukan “have.”

Kesalahan ini sering terjadi ketika ada frasa atau klausa panjang yang memisahkan subjek dari kata kerja. Kamu terlalu fokus pada kata yang paling dekat dengan kata kerja, dan lupa kembali melihat subjek utama kalimat.

Cara mengatasinya: Setelah selesai menulis satu kalimat panjang, tandai subjek utamanya terlebih dahulu, lalu cek apakah kata kerja sudah sesuai bentuknya. Biasakan juga mengingat bahwa ekspresi seperti “the number of,” “a group of,” dan “the majority of” diikuti kata kerja tunggal, bukan jamak.

Infografis tujuh kesalahan grammar paling umum dalam IELTS Writing beserta contoh kalimat salah dan koreksinya, disajikan dalam desain berwarna biru dan putih yang bersih

2. Kesalahan Penggunaan Article (a, an, the)

Bagi penutur bahasa Indonesia, ini adalah salah satu kesalahan paling sulit dihindari karena bahasa Indonesia sama sekali tidak mengenal sistem article. Akibatnya, banyak peserta IELTS yang salah menempatkan, menghilangkan, atau berlebihan menggunakan artikel “a,” “an,” dan “the.”

Contoh kesalahan umum:
“She gave me an advice about the study.” (Koreksi: “She gave me advice about studying.”)
“He is working as teacher at local school.” (Koreksi: “He is working as a teacher at a local school.”)

Prinsip dasar yang perlu kamu ingat: kata benda tak terhitung (uncountable nouns) seperti “information,” “advice,” “research,” “furniture,” dan “equipment” tidak menggunakan artikel “a” atau “an.” Sementara “the” digunakan untuk merujuk pada sesuatu yang sudah spesifik atau sudah disebutkan sebelumnya.

Cara mengatasinya: Buat daftar pribadi uncountable nouns yang sering kamu gunakan dalam esai IELTS. Setiap kali muncul, secara sadar cek apakah kamu sudah tidak menggunakan “a/an” di depannya. Untuk “the,” tanyakan pada diri sendiri: apakah pembaca sudah tahu tentang benda yang kamu maksud? Jika ya, gunakan “the.” Jika belum, gunakan “a/an” atau tidak perlu article sama sekali.

3. Kesalahan Penggunaan Tenses (Bentuk Waktu)

Kesalahan tenses dalam IELTS Writing terbagi menjadi dua jenis utama: penggunaan tenses yang salah untuk konteks tertentu, dan perpindahan tenses yang tidak konsisten atau tidak logis sepanjang tulisan.

Untuk IELTS Writing Task 1 Akademik, tenses yang digunakan harus disesuaikan dengan data yang ditampilkan di grafik atau bagan. Jika data menunjukkan periode yang sudah lewat (misalnya 1990 hingga 2010), gunakan past tense. Jika data menunjukkan kondisi saat ini atau proyeksi umum, gunakan present tense atau future tense.

Contoh kesalahan Task 1: “The graph shows that the population increased in 2005 and is reaching its peak in 2008.”
Koreksi: “The graph shows that the population increased in 2005 and reached its peak in 2008.”

Untuk IELTS Writing Task 2, kesalahan yang paling umum adalah tiba-tiba berpindah tenses di tengah esai tanpa alasan yang logis.

Contoh kesalahan Task 2: “Many people prefer online education because it saves time, and students were able to access materials easily.”
Koreksi: “Many people prefer online education because it saves time, and students are able to access materials easily.”

Cara mengatasinya: Sebelum mulai menulis Task 1, periksa rentang waktu data di grafik dan tentukan tenses yang akan kamu gunakan secara konsisten. Untuk Task 2, tetapkan satu “tenses utama” sejak awal, lalu pastikan setiap kalimat baru tetap konsisten kecuali ada alasan logis untuk berpindah (misalnya mengutip kejadian masa lalu sebagai contoh).

Ilustrasi mahasiswa sedang menulis esai IELTS di meja belajar dengan catatan tata bahasa Inggris, subject-verb agreement, dan penggunaan artikel di sekitarnya

4. Kalimat Tidak Lengkap (Sentence Fragments) dan Kalimat yang Terlalu Panjang (Run-On Sentences)

Dua masalah ini berada di ujung yang berlawanan, tetapi sama-sama merusak kualitas tulisan IELTS kamu. Sentence fragment adalah kalimat yang tidak memiliki subjek atau kata kerja utama sehingga tidak membentuk pikiran yang utuh. Sementara run-on sentence adalah kalimat yang terlalu panjang karena menggabungkan terlalu banyak klausa tanpa tanda baca atau konjungsi yang tepat.

Contoh sentence fragment: “Although the government has implemented strict policies on carbon emissions.”
Kalimat ini tidak lengkap karena “although” membuat pembaca menunggu kelanjutan yang tidak ada. Koreksinya: “Although the government has implemented strict policies on carbon emissions, the level of pollution has not decreased significantly.”

Contoh run-on sentence: “Online education is popular among students it saves time and money students can also access materials from anywhere in the world.”
Koreksinya: “Online education is popular among students because it saves both time and money. Moreover, students can access learning materials from anywhere in the world.”

Cara mengatasinya: Saat memeriksa tulisan, pastikan setiap kalimat memiliki setidaknya satu subjek dan satu kata kerja utama yang membentuk pikiran yang lengkap. Untuk kalimat panjang, jika kamu ragu apakah sudah terlalu panjang atau strukturnya sudah benar, lebih aman untuk memecahnya menjadi dua kalimat terpisah.

5. Kesalahan Preposisi

Preposisi dalam bahasa Inggris, seperti “in,” “on,” “at,” “for,” “of,” dan “to,” sering kali tidak bisa diterjemahkan secara langsung dari bahasa Indonesia. Akibatnya, banyak peserta IELTS menggunakan preposisi yang salah karena terpengaruh pola pikir bahasa Indonesia.

Contoh kesalahan umum:
“She is interested on learning new languages.” (Koreksi: “She is interested in learning new languages.”)
“The results depend of various factors.” (Koreksi: “The results depend on various factors.”)
“There has been an increase of 20% in sales.” (Koreksi: “There has been an increase of 20% in sales.” ini sudah benar. Yang sering salah adalah “an increase in prices” bukan “an increase of prices.”)

Cara mengatasinya: Pelajari preposisi bukan sebagai kata tunggal, tetapi sebagai bagian dari collocations atau kombinasi kata yang sering dipakai bersama. Misalnya, “interested in,” “depend on,” “consist of,” “result in,” “contribute to,” dan sebagainya. Buat catatan collocations ini dan hafalkan sebagai satu unit, bukan kata per kata.

6. Kesalahan Bentuk Kata (Word Form Errors)

Ini adalah kesalahan yang sering kali tidak disadari karena kamu sudah menggunakan kosakata yang tepat, hanya saja bentuk katanya salah. Misalnya, menggunakan kata benda di mana seharusnya kata sifat, atau menggunakan kata kerja di mana seharusnya kata benda.

Contoh kesalahan: “The economy grows of Indonesia has been remarkable.” (Koreksi: “The economic growth of Indonesia has been remarkable.”)

“It is importance to understand the issue.” (Koreksi: “It is important to understand the issue.”)

“The government acted quick to address the problem.” (Koreksi: “The government acted quickly to address the problem.”)

Cara mengatasinya: Biasakan mempelajari satu kata dalam keluarganya: kata kerja, kata benda, kata sifat, dan kata keterangan sekaligus. Misalnya: develop (v), development (n), developed/developing (adj), developmentally (adv). Dengan menguasai word families, kamu bisa memilih bentuk yang tepat sesuai fungsi gramatikalnya dalam kalimat.

Tabel perbandingan penggunaan tenses yang benar dalam IELTS Writing Task 1 dan Task 2, dilengkapi contoh kalimat untuk data masa lalu dan tren umum

7. Penyalahgunaan Passive Voice

Passive voice memang berguna dalam IELTS Writing, terutama di Task 1 saat mendeskripsikan proses atau tren. Namun, banyak peserta yang menggunakannya secara berlebihan atau salah, yang justru membuat kalimat menjadi janggal dan tidak natural.

Contoh penyalahgunaan: “It is believed by many people that education is important and it is considered by experts that more investment is needed.”

Kalimat di atas sebenarnya sah secara gramatikal, tetapi terasa sangat berat dan tidak enak dibaca. Lebih baik ditulis: “Many people believe that education is important, and experts consider that more investment is needed.”

Cara mengatasinya: Gunakan passive voice hanya ketika pelaku tindakan tidak diketahui, tidak penting untuk disebutkan, atau ketika kamu ingin memberikan penekanan pada objek bukan pada pelakunya. Jangan memaksakan passive voice hanya untuk terlihat lebih “akademik.”

Tips Praktis: Cara Memeriksa Grammar Sebelum Menyerahkan Jawaban

Waktu dalam tes IELTS memang terbatas, tetapi menyisakan 2 hingga 3 menit untuk memeriksa ulang tulisanmu sangat penting. Berikut adalah pendekatan tiga langkah yang bisa kamu gunakan:

Pertama, pemeriksaan kalimat: Baca setiap kalimat dan pastikan semua memiliki subjek dan kata kerja yang jelas. Pisahkan kalimat yang terlalu panjang atau tambahkan konjungsi yang tepat.

Kedua, pemeriksaan konsistensi: Cek apakah tenses sudah konsisten sepanjang tulisan, terutama di Task 1. Pastikan tidak ada perpindahan tenses yang tidak logis.

Ketiga, pemeriksaan akurasi: Scan cepat untuk menemukan article (a/an/the), preposisi, dan kesesuaian subjek-kata kerja, karena tiga hal inilah yang paling sering menjadi sumber kesalahan berulang.

Ringkasan: 7 Kesalahan Grammar Paling Umum dalam IELTS Writing

NoJenis KesalahanContoh SalahKoreksi
1Subject-verb agreement“The number of students have…”“The number of students has…”
2Penggunaan article“She gave me an advice.”“She gave me advice.”
3Inconsistent tenses“…increased and is reaching…”“…increased and reached…”
4Sentence fragment“Although he studied hard.”“Although he studied hard, he failed.”
5Kesalahan preposisi“interested on”“interested in”
6Word form errors“It is importance to…”“It is important to…”
7Passive voice berlebihan“It is believed by many…”“Many people believe…”

Kesimpulan

Menguasai grammar bukan berarti kamu harus sempurna tanpa satu kesalahan pun. Bahkan penutur asli bahasa Inggris pun kadang membuat kesalahan gramatikal. Yang terpenting dalam konteks IELTS Writing adalah menunjukkan kontrol yang stabil terhadap aspek-aspek grammar yang paling fundamental, serta kemampuan menggunakan variasi struktur kalimat secara tepat. Dengan mengenali pola kesalahanmu sendiri dan berlatih secara terarah untuk memperbaikinya, perubahan nyata pada skor kamu adalah hal yang sangat mungkin terjadi. Ingat, kesalahan yang muncul sekali tidak seberbahaya kesalahan yang muncul berulang kali sebagai pola.

Langkah selanjutnya adalah mempraktikkan semua yang sudah kamu pelajari dalam latihan menulis yang sesungguhnya, bukan hanya membaca teorinya. Cobalah menulis satu Task 1 dan satu Task 2 setiap minggu, lalu periksa kembali tulisanmu menggunakan tiga langkah pemeriksaan yang sudah dibahas di atas. Semakin sering kamu menulis dan mengevaluasi sendiri, semakin tajam instingmu dalam mendeteksi dan menghindari kesalahan grammar secara otomatis bahkan saat berada di bawah tekanan waktu ujian.

Jika kamu ingin belajar lebih terstruktur dan mendapatkan umpan balik langsung dari instruktur berpengalaman, Telkom University Language Center (LaC) menghadirkan program An Introduction to IELTS Writing Task 1 yang dirancang khusus untuk kamu yang ingin menguasai IELTS Writing dari dasarnya. Program berlangsung selama tujuh pertemuan, mencakup cara mengidentifikasi jenis pertanyaan, menganalisis grafik dan bagan, menulis laporan dengan struktur introduction, overview, dan paragraf inti, memperkaya kosakata untuk mendeskripsikan tren, hingga simulasi ujian nyata dengan feedback personal dari instruktur. Tersedia dalam format daring dan luring, program ini ideal untuk peserta yang sedang mempersiapkan tes IELTS atau ingin meningkatkan kemampuan menulis akademik. Daftar sekarang di https://lac.telkomuniversity.ac.id/kursus-bahasa/an-introduction-to-ielts-writing-task-1/ dan mulailah perjalananmu menuju band score IELTS yang kamu impikan!


Eksplorasi konten lain dari Telkom University Language Center

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *