
Contoh Soal Grammar EPrT Tiap Bagian Beserta Jawaban dan Pembahasannya
Kalau kamu sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi EPrT, berlatih dengan contoh soal grammar EPrT adalah salah satu langkah paling penting yang tidak boleh kamu lewatkan. Grammar Competence merupakan salah satu dari tiga bagian utama dalam EPrT atau English Proficiency Test, tes kemampuan bahasa Inggris yang dikembangkan oleh Telkom University Language Center (LaC). Di sinilah kemampuan tata bahasamu benar-benar diuji secara tertulis, dan tidak sedikit peserta yang merasa bagian ini adalah yang paling menantang.
Bagian Grammar Competence dalam EPrT terdiri dari 40 soal yang dibagi menjadi dua tipe. Tipe pertama adalah Fill in the Blank (nomor 1 sampai 15), di mana kamu diminta melengkapi kalimat dengan kata atau frasa yang paling tepat dari empat pilihan yang tersedia. Tipe kedua adalah Error Recognition (nomor 16 sampai 40), di mana kamu harus mengidentifikasi satu kata atau frasa bergaris bawah yang salah sehingga kalimat tersebut menjadi tidak gramatikal. Keduanya memerlukan pemahaman yang solid tentang aturan tata bahasa Inggris, bukan sekadar mengandalkan feeling.
Dalam artikel ini, kamu akan menemukan masing-masing 5 contoh soal dari kedua tipe tersebut, lengkap dengan jawaban dan pembahasan yang detail. Tujuannya agar kamu tidak hanya tahu jawaban yang benar, tapi juga paham mengapa jawaban itu benar dan bagaimana cara berpikir yang tepat saat menghadapi soal serupa di hari tes. Yuk, langsung kita bahas satu per satu!

Apa Itu Grammar Competence dalam EPrT?
Sebelum masuk ke soal-soalnya, penting untuk memahami dulu konteks dari bagian yang akan kita latih ini. Grammar Competence dalam EPrT dirancang untuk mengukur seberapa baik pemahaman kamu tentang struktur kalimat bahasa Inggris yang baku dan tertulis. Ini berbeda dari kemampuan berbicara atau mendengarkan, karena yang dinilai di sini adalah ketepatan penggunaan tata bahasa secara tertulis.
Topik-topik grammar yang sering muncul dalam bagian ini antara lain subject-verb agreement, penggunaan tenses yang tepat, comparative dan superlative adjectives, word form (bentuk kata yang sesuai), possessive adjectives, serta susunan kata dalam kalimat. Dengan kata lain, kamu perlu memiliki fondasi grammar yang kuat dan terlatih untuk mengenali kesalahan sekecil apapun dalam sebuah kalimat.
Bagian 1: Fill in the Blank (Soal Nomor 1–15)
Pada bagian ini, kamu akan diberikan sebuah kalimat yang memiliki satu bagian kosong, dan tugasmu adalah memilih satu kata atau frasa dari pilihan A, B, C, atau D yang paling tepat untuk melengkapi kalimat tersebut secara gramatikal dan maknawi.
Soal 1
To benefit their international political campaigns, most people think that presidents should be able to speak _____ than two or three languages.
A. more
B. many
C. much
D. most
Jawaban: A. more
Pembahasan:
Kalimat ini menggunakan struktur perbandingan (comparative). Frasa “than two or three languages” adalah petunjuk utama bahwa kalimat ini membutuhkan kata perbandingan. Dalam bahasa Inggris, comparative degree untuk kata sifat atau kata keterangan pendek dibentuk dengan menambahkan akhiran “-er”, sedangkan untuk yang panjang atau tidak bisa diberi akhiran, kita menggunakan “more”. Di sini, yang dibandingkan adalah jumlah bahasa, bukan kualitas, sehingga kita membutuhkan “more” yang berfungsi sebagai comparative determiner untuk menggantikan “many” (banyak) dalam konteks perbandingan. Pilihan B (many) tidak bisa digunakan bersama “than” dalam konteks ini karena “many” bukan bentuk comparative. Pilihan C (much) digunakan untuk uncountable noun, bukan countable noun seperti “languages”. Pilihan D (most) adalah bentuk superlative, bukan comparative, sehingga tidak bisa digunakan bersama “than”.
Soal 2
Recent years studies proved that speaking a language with native speakers _____ not the same as speaking it with your peer learners.
A. is
B. are
C. do
D. does
Jawaban: A. is
Pembahasan:
Ini adalah soal tentang subject-verb agreement. Kunci untuk menjawab soal ini adalah mengidentifikasi subjek kalimat yang sesungguhnya. Meskipun kalimat ini cukup panjang, subjek utamanya adalah gerund phrase “speaking a language with native speakers”. Dalam bahasa Inggris, gerund phrase selalu diperlakukan sebagai singular (tunggal), sehingga kata kerja yang harus digunakan adalah bentuk singular yaitu “is”, bukan “are” yang untuk plural. Pilihan C (do) dan D (does) tidak tepat karena kalimat ini adalah kalimat nominal (nominal sentence) yang menggunakan “to be”, bukan kalimat verbal yang membutuhkan auxiliary “do/does”. Perlu diperhatikan juga bahwa frasa “Recent years studies” adalah keterangan waktu konteks, bukan subjek kalimat bagian bawah.
Soal 3
The ___ nature of urban poverty will require policymakers to design multi-dimensional solutions to address many issues.
A. complicity
B. complication
C. complicated
D. complicate
Jawaban: C. complicated
Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman tentang word form atau bentuk kata yang sesuai dengan fungsinya dalam kalimat. Blank pada soal ini berada di antara artikel “The” dan kata benda “nature”, yang artinya posisi tersebut harus diisi oleh kata sifat (adjective) karena fungsinya adalah sebagai modifier atau pewatas untuk kata benda “nature”. Pilihan C, yaitu “complicated”, adalah bentuk adjective yang berarti “rumit” atau “kompleks”, sehingga paling tepat untuk mengisi posisi ini. Pilihan A (complicity) adalah noun yang berarti “keterlibatan dalam kejahatan”. Pilihan B (complication) adalah noun yang berarti “komplikasi”. Pilihan D (complicate) adalah verb yang berarti “memperumit”. Keduanya tidak bisa berfungsi sebagai adjective dalam posisi tersebut.
Soal 4
The teacher was happy to see ______ students helping each other in solving the problem.
A. him
B. he
C. their
D. his
Jawaban: D. his
Pembahasan:
Soal ini mengujipenggunaan possessive adjective yang tepat. Blank pada kalimat ini berada sebelum kata benda “students”, yang artinya dibutuhkan possessive adjective untuk menunjukkan kepemilikan atau keterkaitan. Konteks kalimat merujuk pada guru laki-laki tunggal (the teacher), sehingga possessive adjective yang tepat adalah “his” (milik dia, laki-laki). Pilihan A (him) adalah object pronoun, bukan possessive adjective. Pilihan B (he) adalah subject pronoun. Pilihan C (their) adalah possessive adjective untuk subjek jamak, tidak sesuai karena “the teacher” adalah singular. Hanya pilihan D (his) yang merupakan possessive adjective singular maskulin yang tepat.
Soal 5
Freshly picked from the orchard, the ripe peaches tasted even ____ in the summer sun.
A. sweetest
B. sweet
C. sweeter
D. sweetly
Jawaban: C. sweeter
Pembahasan:
Kalimat ini menggunakan kata “even” sebagai petunjuk penting. Dalam bahasa Inggris, kata “even” sering digunakan untuk memperkuat bentuk comparative (perbandingan), bukan superlative. Contoh: “even better”, “even faster”, “even sweeter”. Maka, jawaban yang tepat adalah “sweeter” (bentuk comparative dari “sweet”). Pilihan A (sweetest) adalah superlative degree, yang biasanya menggunakan “the” di depannya, dan tidak cocok digunakan bersama “even” dalam konteks ini. Pilihan B (sweet) adalah bentuk dasar adjective, tidak menunjukkan perbandingan. Pilihan D (sweetly) adalah adverb, sementara kata “tasted” di sini berfungsi sebagai linking verb yang harus diikuti adjective, bukan adverb.

Bagian 2: Error Recognition (Soal Nomor 16–40)
Pada bagian ini, kamu akan diberikan sebuah kalimat yang memiliki empat bagian bergaris bawah (A, B, C, D). Tugasmu adalah mengidentifikasi satu bagian yang mengandung kesalahan gramatikal sehingga kalimat tersebut perlu diperbaiki.
Soal 1
A group of children dares to play hide-and-seek around that house haunted.
A. dares
B. house haunted
C. hide-and-seek
D. group
Jawaban: B. house haunted
Pembahasan:
Kesalahan pada kalimat ini ada pada susunan kata “house haunted”. Dalam bahasa Inggris, adjective (kata sifat) harus ditempatkan sebelum noun (kata benda), bukan sesudahnya. Jadi, susunan yang benar adalah “haunted house”, bukan “house haunted”. Pola ini disebut pre-modifier, di mana adjective mendahului noun yang dimodifikasinya. Pilihan A (dares) sudah tepat karena subjek “a group” adalah singular collective noun sehingga menggunakan singular verb. Pilihan C (hide-and-seek) benar sebagai compound noun permainan. Pilihan D (group) tidak mengandung kesalahan.
Soal 2
Today, Mr. Evan is the chief executive office of that international oil company.
A. company
B. is
C. Today,
D. office
Jawaban: D. office
Pembahasan:
Kesalahan pada kalimat ini ada pada pilihan D, yaitu kata “office”. Frasa “chief executive officer” adalah jabatan resmi yang merujuk pada orang, bukan tempat. Kata “office” berarti kantor atau ruangan, sedangkan yang dimaksud dalam kalimat ini adalah “officer” yang berarti pejabat atau pemimpin eksekutif. Jadi, kalimat yang benar seharusnya menggunakan “chief executive officer” (CEO). Ini adalah kesalahan word form atau pemilihan kata yang sering luput dari perhatian karena kedua kata tersebut sangat mirip secara visual.
Soal 3
Ronaldo had confirmed that he will play for an new football team the following year.
A. an
B. had confirmed
C. play
D. following year
Jawaban: A. an
Pembahasan:
Kesalahan pada kalimat ini adalah penggunaan artikel “an” sebelum kata “new”. Dalam bahasa Inggris, pemilihan antara “a” dan “an” bergantung pada bunyi pertama kata yang mengikutinya, bukan hurufnya. Kata “new” diawali dengan bunyi konsonan /n/, sehingga artikel yang tepat adalah “a”, bukan “an”. Artikel “an” hanya digunakan sebelum kata yang bunyi awalnya adalah vokal, seperti “an orange”, “an umbrella”, atau “an hour” (karena “h” dalam “hour” tidak dibunyikan). Jadi, yang benar adalah “a new football team”. Pilihan B (had confirmed) dalam konteks reported speech atau past reference bisa diterima secara gramatikal. Namun kesalahan yang paling jelas dan langsung adalah pada pilihan A.
Soal 4
The boy little was eager to know whether dinosaurs still exist or not.
A. still
B. whether
C. boy little
D. eager
Jawaban: C. boy little
Pembahasan:
Sama seperti soal error recognition pertama, kesalahan di sini adalah pada urutan adjective dan noun. Dalam bahasa Inggris, adjective selalu diletakkan sebelum noun yang dimodifikasinya. Susunan “boy little” adalah susunan yang tidak gramatikal dalam bahasa Inggris. Bentuk yang benar adalah “little boy”. Kesalahan ini sering terjadi karena dalam bahasa Indonesia, kata sifat memang bisa ditempatkan setelah kata benda (contoh: “anak kecil”), sehingga pola ini terbawa ke dalam bahasa Inggris. Pilihan A (still), B (whether), dan D (eager) tidak mengandung kesalahan gramatikal dalam kalimat tersebut.
Soal 5
If I were a millionaire, I would traveling around the world often with my beloved family.
A. I were
B. traveling
C. beloved family
D. often
Jawaban: B. traveling
Pembahasan:
Kalimat ini adalah contoh conditional sentence type 2 (kalimat pengandaian tidak nyata di masa kini atau masa depan). Pola dasar conditional type 2 adalah: If + simple past, subject + would + bare infinitive (verb 1). Jadi, setelah “would”, kata kerja yang digunakan harusnya dalam bentuk bare infinitive (tanpa “-ing” dan tanpa “to”), yaitu “travel”, bukan “traveling”. Pilihan B (traveling) salah karena “would” harus diikuti verb 1, bukan present participle. Pilihan A (I were) sudah tepat karena dalam conditional type 2, kata kerja “to be” selalu menggunakan “were” untuk semua subjek, termasuk “I”. Ini adalah salah satu aturan tata bahasa Inggris yang cukup spesifik dan sering diuji dalam tes.
Tips Mengerjakan Soal Grammar EPrT
Setelah melihat berbagai contoh soal di atas, ada beberapa strategi yang bisa kamu terapkan agar lebih efektif dalam mengerjakan bagian Grammar Competence EPrT.
Kuasai pola kalimat dasar bahasa Inggris. Banyak soal Fill in the Blank dirancang untuk menguji pemahaman kamu tentang struktur kalimat. Jika kamu tahu di mana letak subjek, predikat, objek, dan modifier dalam sebuah kalimat, kamu akan lebih mudah menentukan jenis kata apa yang dibutuhkan untuk mengisi blank tersebut.
Perhatikan kata kunci dalam kalimat. Kata-kata seperti “than”, “even”, “the most”, “as… as”, atau konjungsi tertentu sering kali menjadi petunjuk langsung tentang struktur grammar yang digunakan. Misalnya, adanya “than” hampir selalu mengindikasikan perbandingan (comparative), sementara “the” sebelum adjective mengindikasikan superlative.
Untuk Error Recognition, baca seluruh kalimat dulu. Jangan langsung terpaku pada satu pilihan. Baca kalimat secara keseluruhan agar kamu mendapat gambaran makna dan struktur kalimat, baru kemudian identifikasi bagian mana yang terasa janggal atau tidak sesuai dengan kaidah bahasa Inggris.
Latihan secara konsisten dan terjadwal. Kemampuan grammar tidak bisa diasah hanya dalam semalam. Kamu perlu latihan rutin setiap hari, bahkan jika hanya 15 sampai 20 menit saja. Konsistensi jauh lebih penting daripada belajar maraton sesekali menjelang tes.
Pelajari pola kesalahan umum. Dari contoh soal di atas, terlihat bahwa banyak jebakan berkaitan dengan urutan kata, bentuk kata yang mirip, pemilihan artikel, dan pola conditional. Dengan mengenali jenis kesalahan yang sering muncul, kamu bisa lebih waspada saat menemuinya di soal.

Kesimpulan
Grammar Competence memang bukan bagian yang bisa dikuasai dalam semalam, tapi dengan latihan yang tepat dan pemahaman yang mendalam tentang pola-pola soalnya, bagian ini justru bisa menjadi sumber nilai yang sangat signifikan dalam tes EPrT kamu. Dari 10 contoh soal yang sudah kita bahas hari ini, kamu bisa melihat bahwa hampir semua soal menguji konsep-konsep grammar yang sebenarnya bisa dipelajari dan dipahami dengan sistematis.
Kuncinya adalah konsistensi latihan dan kemampuan untuk menganalisis kalimat, bukan sekadar menghafal aturan.
Ingat, skor EPrT bukan hanya soal memenuhi persyaratan akademis di Telkom University. Kemampuan grammar yang kuat juga akan membantumu dalam komunikasi profesional, penulisan akademik, hingga persiapan menuju tes internasional seperti TOEFL ITP di masa mendatang. Jadi, setiap jam yang kamu investasikan untuk latihan grammar hari ini adalah investasi nyata untuk masa depan kamu.
Kalau kamu ingin persiapan yang lebih terstruktur, terarah, dan didampingi oleh pengajar berpengalaman, kamu bisa bergabung dengan Kursus TEPrT® Preparation di Telkom University Language Center (LaC). Program ini dirancang khusus untuk membantu mahasiswa memahami pola soal EPrT secara menyeluruh, mulai dari Listening, Grammar, hingga Reading Competence. Segera daftarkan dirimu dan mulai perjalanan menuju skor EPrT terbaik kamu di https://lac.telkomuniversity.ac.id/kursus-bahasa/eprt-preparation/.
Eksplorasi konten lain dari Telkom University Language Center
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.