
10 Frasa Esensial Classroom English yang Wajib Dikuasai Calon Guru Sekolah Internasional
Buat kamu yang sedang mempersiapkan diri menjadi guru di sekolah internasional atau sekolah bertaraf bilingual, menguasai classroom English untuk guru adalah hal yang tidak bisa ditawar. Kemampuan ini bukan sekadar soal lancar berbicara bahasa Inggris secara umum, tetapi lebih spesifik lagi: mampu menyampaikan instruksi, mengelola kelas, dan berinteraksi dengan siswa menggunakan frasa-frasa yang tepat, natural, dan mudah dipahami. Tanpa bekal ini, meskipun ilmu pedagogik kamu mumpuni, proses belajar mengajar bisa jadi kurang efektif karena hambatan komunikasi di dalam kelas.
Sekolah internasional dan program bilingual kini semakin banyak bermunculan di Indonesia, termasuk di kota-kota besar maupun daerah berkembang. Seiring tren ini, permintaan terhadap guru yang mampu mengajar dengan bahasa Inggris sebagai pengantar atau yang dikenal dengan istilah English as a Medium of Instruction (EMI) terus meningkat. Artinya, peluang karier sangat terbuka lebar, asalkan kamu memiliki kompetensi yang sesuai. Salah satu kompetensi dasar yang paling sering diuji saat rekrutmen guru di sekolah internasional adalah kemampuan menggunakan classroom language secara spontan dan natural.
Artikel ini hadir sebagai panduan praktis untukmu, baik yang sedang menempuh studi kependidikan, baru lulus dari program PGSD atau PGMI, maupun guru aktif yang ingin meningkatkan kompetensi mengajarnya dalam bahasa Inggris. Di sini, kamu akan menemukan 10 frasa esensial classroom English yang paling sering digunakan di lingkungan sekolah internasional, lengkap dengan contoh penggunaan, variasi frasa, serta tips agar terdengar natural di depan kelas. Yuk, mulai pelajari satu per satu!
Sekolah internasional dan program bilingual kini semakin banyak bermunculan di Indonesia, termasuk di kota-kota besar maupun daerah berkembang. Seiring tren ini, permintaan terhadap guru yang mampu mengajar dengan bahasa Inggris sebagai pengantar atau yang dikenal dengan istilah English as a Medium of Instruction (EMI) terus meningkat. Artinya, peluang karier sangat terbuka lebar, asalkan kamu memiliki kompetensi yang sesuai. Salah satu kompetensi dasar yang paling sering diuji saat rekrutmen guru di sekolah internasional adalah kemampuan menggunakan classroom language secara spontan dan natural.
Artikel ini hadir sebagai panduan praktis untukmu, baik yang sedang menempuh studi kependidikan, baru lulus dari program PGSD atau PGMI, maupun guru aktif yang ingin meningkatkan kompetensi mengajarnya dalam bahasa Inggris. Di sini, kamu akan menemukan 10 frasa esensial classroom English yang paling sering digunakan di lingkungan sekolah internasional, lengkap dengan contoh penggunaan, variasi frasa, serta tips agar terdengar natural di depan kelas. Yuk, mulai pelajari satu per satu!
Mengapa Classroom English Itu Penting?
Sebelum masuk ke daftar frasanya, ada baiknya kita pahami dulu mengapa classroom English untuk guru ini begitu krusial. Banyak calon guru yang merasa sudah cukup hanya dengan menguasai materi pelajaran dalam bahasa Inggris, sementara frasa-frasa operasional di kelas dianggap hal kecil yang bisa dipelajari belakangan. Padahal, justru frasa-frasa inilah yang membentuk ritme dan atmosfer kelas sehari-hari.
Bayangkan kamu sedang mengajar mata pelajaran sains di kelas 5 sekolah internasional. Kamu sudah hafal seluruh materi tentang ekosistem dalam bahasa Inggris, tapi di tengah pelajaran, ada siswa yang gaduh dan kamu bingung harus bilang apa. Atau kamu ingin membagi siswa ke dalam kelompok tapi tidak tahu ekspresi yang tepat. Situasi seperti ini sangat umum terjadi, dan jika tidak diantisipasi, bisa mengganggu kelancaran pembelajaran secara keseluruhan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Language Teaching Research, guru yang terampil menggunakan classroom language tidak hanya membuat suasana belajar lebih kondusif, tetapi juga secara tidak langsung membantu siswa memperkaya kosakata bahasa Inggris mereka melalui input yang konsisten setiap hari. Artinya, dengan menguasai classroom English untuk guru, kamu tidak hanya meningkatkan kualitas pengajaranmu sendiri, tetapi juga memberikan manfaat linguistik yang nyata bagi para siswa.
Bayangkan kamu sedang mengajar mata pelajaran sains di kelas 5 sekolah internasional. Kamu sudah hafal seluruh materi tentang ekosistem dalam bahasa Inggris, tapi di tengah pelajaran, ada siswa yang gaduh dan kamu bingung harus bilang apa. Atau kamu ingin membagi siswa ke dalam kelompok tapi tidak tahu ekspresi yang tepat. Situasi seperti ini sangat umum terjadi, dan jika tidak diantisipasi, bisa mengganggu kelancaran pembelajaran secara keseluruhan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Language Teaching Research, guru yang terampil menggunakan classroom language tidak hanya membuat suasana belajar lebih kondusif, tetapi juga secara tidak langsung membantu siswa memperkaya kosakata bahasa Inggris mereka melalui input yang konsisten setiap hari. Artinya, dengan menguasai classroom English untuk guru, kamu tidak hanya meningkatkan kualitas pengajaranmu sendiri, tetapi juga memberikan manfaat linguistik yang nyata bagi para siswa.
10 Frasa Esensial Classroom English
1. Membuka Kelas dan Menyapa Siswa
Kesan pertama di awal kelas sangat menentukan antusiasme siswa. Frasa pembuka yang tepat bisa langsung menciptakan suasana yang nyaman dan siap belajar.
Frasa yang sering digunakan:
● “Good morning, everyone! Let’s get started.”
● “Alright, class, settle down and let’s begin.”
● “I hope you’re all ready for today’s lesson!”
● “Let’s pick up where we left off last time.”
Tips penggunaan: Pilih frasa yang terdengar hangat namun tegas. Dalam konteks classroom English untuk guru di sekolah internasional, hindari membuka kelas dengan kalimat yang terlalu panjang atau terlalu formal karena bisa membuat siswa langsung merasa tegang. Senyum dan intonasi yang ramah akan membuat frasa apapun terdengar lebih natural.
Frasa yang sering digunakan:
● “Good morning, everyone! Let’s get started.”
● “Alright, class, settle down and let’s begin.”
● “I hope you’re all ready for today’s lesson!”
● “Let’s pick up where we left off last time.”
Tips penggunaan: Pilih frasa yang terdengar hangat namun tegas. Dalam konteks classroom English untuk guru di sekolah internasional, hindari membuka kelas dengan kalimat yang terlalu panjang atau terlalu formal karena bisa membuat siswa langsung merasa tegang. Senyum dan intonasi yang ramah akan membuat frasa apapun terdengar lebih natural.

2. Memberikan Instruksi Kegiatan
Instruksi yang jelas adalah kunci agar siswa tidak kebingungan tentang apa yang harus mereka lakukan. Di sinilah banyak guru pemula kerap mengalami kesulitan, terutama saat harus menjelaskan langkah-langkah aktivitas secara berurutan.
Frasa yang sering digunakan:
● “Please open your textbook to page twenty-five.”
● “I’d like you to work in pairs for this activity.”
● “You have five minutes to complete this task.”
● “Read the passage carefully before answering the questions.”
● “Listen first, then I’ll ask you some questions.”
Tips penggunaan: Gunakan kalimat imperatif (Please open, I’d like you to, You have…) secara bergantian agar tidak terdengar monoton. Tambahkan kata please untuk menjaga sopan santun, terutama saat berbicara dengan siswa yang lebih besar.
Frasa yang sering digunakan:
● “Please open your textbook to page twenty-five.”
● “I’d like you to work in pairs for this activity.”
● “You have five minutes to complete this task.”
● “Read the passage carefully before answering the questions.”
● “Listen first, then I’ll ask you some questions.”
Tips penggunaan: Gunakan kalimat imperatif (Please open, I’d like you to, You have…) secara bergantian agar tidak terdengar monoton. Tambahkan kata please untuk menjaga sopan santun, terutama saat berbicara dengan siswa yang lebih besar.
3. Mengecek Pemahaman Siswa
Salah satu keterampilan penting dalam classroom English untuk guru adalah memastikan bahwa siswa benar-benar memahami apa yang disampaikan, bukan hanya diam karena malu bertanya.
Frasa yang sering digunakan:
● “Does everyone understand so far?”
● “Any questions before we move on?”
● “Can you tell me in your own words what I just explained?”
● “Is that clear for everyone?”
● “Who can give me an example of what we just discussed?”
Tips penggunaan: Hindari hanya bertanya “Do you understand?” karena pertanyaan ini cenderung membuat siswa menjawab “yes” meski sebenarnya belum paham. Lebih efektif menggunakan pertanyaan terbuka seperti “Can you explain…” atau “Who can give me an example…” untuk mengukur pemahaman secara lebih nyata.
Frasa yang sering digunakan:
● “Does everyone understand so far?”
● “Any questions before we move on?”
● “Can you tell me in your own words what I just explained?”
● “Is that clear for everyone?”
● “Who can give me an example of what we just discussed?”
Tips penggunaan: Hindari hanya bertanya “Do you understand?” karena pertanyaan ini cenderung membuat siswa menjawab “yes” meski sebenarnya belum paham. Lebih efektif menggunakan pertanyaan terbuka seperti “Can you explain…” atau “Who can give me an example…” untuk mengukur pemahaman secara lebih nyata.
4. Mendorong Partisipasi Siswa
Menciptakan kelas yang aktif dan partisipatif adalah tantangan tersendiri. Frasa yang tepat bisa memancing siswa yang pemalu untuk ikut berkontribusi.
Frasa yang sering digunakan:
● “Don’t be shy, there are no wrong answers here.”
● “I’d love to hear your thoughts on this.”
● “What do you think about…?”
● “Anyone else want to share their idea?”
● “That’s a great point! Can you elaborate?”
Tips penggunaan: Frasa-frasa yang mengapresiasi jawaban siswa, seperti “That’s a great point!” atau “Excellent thinking!”, terbukti meningkatkan kepercayaan diri dan keterlibatan siswa di kelas. Gunakan sesering mungkin, namun pastikan tetap tulus dan tidak terdengar berlebihan.
Frasa yang sering digunakan:
● “Don’t be shy, there are no wrong answers here.”
● “I’d love to hear your thoughts on this.”
● “What do you think about…?”
● “Anyone else want to share their idea?”
● “That’s a great point! Can you elaborate?”
Tips penggunaan: Frasa-frasa yang mengapresiasi jawaban siswa, seperti “That’s a great point!” atau “Excellent thinking!”, terbukti meningkatkan kepercayaan diri dan keterlibatan siswa di kelas. Gunakan sesering mungkin, namun pastikan tetap tulus dan tidak terdengar berlebihan.

5. Manajemen Kelas dan Ketertiban
Menjaga ketertiban kelas dalam bahasa Inggris membutuhkan frasa yang tegas namun tetap menghormati siswa. Ini adalah salah satu aspek classroom English untuk guru yang paling sering dilatih dalam program EMI, karena situasi kelas yang tidak kondusif bisa mengganggu jalannya pembelajaran secara keseluruhan.
Frasa yang sering digunakan:
● “Please keep the noise down.”
● “Let’s focus, everyone.”
● “I need your full attention, please.”
● “Put your phones away and pay attention.”
● “Raise your hand if you want to speak.”
Tips penggunaan: Nada suara sangat berpengaruh saat menggunakan frasa-frasa ini. Suara yang tenang namun tegas jauh lebih efektif daripada berteriak. Kontak mata langsung dengan siswa yang tidak fokus sambil mengucapkan frasa ini biasanya sudah cukup untuk mendapatkan perhatian mereka.
Frasa yang sering digunakan:
● “Please keep the noise down.”
● “Let’s focus, everyone.”
● “I need your full attention, please.”
● “Put your phones away and pay attention.”
● “Raise your hand if you want to speak.”
Tips penggunaan: Nada suara sangat berpengaruh saat menggunakan frasa-frasa ini. Suara yang tenang namun tegas jauh lebih efektif daripada berteriak. Kontak mata langsung dengan siswa yang tidak fokus sambil mengucapkan frasa ini biasanya sudah cukup untuk mendapatkan perhatian mereka.
6. Transisi Antar Aktivitas atau Topik
Transisi yang mulus membuat alur pelajaran terasa natural dan tidak membingungkan siswa. Frasa transisi yang baik juga membantu siswa untuk bersiap menghadapi perubahan aktivitas.
Frasa yang sering digunakan:
● “Alright, let’s move on to the next part.”
● “Now that we’ve finished that, let’s look at…”
● “Before we continue, let me do a quick recap.”
● “We’re going to switch gears now and talk about…”
● “That wraps up the first section. Moving on…”
Tips penggunaan: Frasa transisi yang baik selalu mengandung dua elemen: penutup dari aktivitas sebelumnya dan pengantar menuju aktivitas berikutnya. Ini membantu siswa memetakan alur pelajaran dengan lebih mudah.
Frasa yang sering digunakan:
● “Alright, let’s move on to the next part.”
● “Now that we’ve finished that, let’s look at…”
● “Before we continue, let me do a quick recap.”
● “We’re going to switch gears now and talk about…”
● “That wraps up the first section. Moving on…”
Tips penggunaan: Frasa transisi yang baik selalu mengandung dua elemen: penutup dari aktivitas sebelumnya dan pengantar menuju aktivitas berikutnya. Ini membantu siswa memetakan alur pelajaran dengan lebih mudah.
7. Memberikan Umpan Balik (Feedback)
Memberikan umpan balik yang konstruktif dalam bahasa Inggris adalah keterampilan yang sering diremehkan namun sangat penting. Frasa yang digunakan harus memotivasi, bukan menjatuhkan.
Frasa yang sering digunakan:
● “Good effort! Let’s see if we can improve this part.”
● “You’re on the right track, but think about…”
● “That’s correct! Well done.”
● “Almost! Try again, you’re very close.”
● “I can see you’ve put a lot of thought into this.”
Tips penggunaan: Prinsip sandwich feedback sangat berguna di sini, yaitu mulai dengan pujian, sampaikan koreksi, lalu tutup dengan dorongan positif. Dengan cara ini, siswa lebih mudah menerima kritikan tanpa merasa direndahkan.
Frasa yang sering digunakan:
● “Good effort! Let’s see if we can improve this part.”
● “You’re on the right track, but think about…”
● “That’s correct! Well done.”
● “Almost! Try again, you’re very close.”
● “I can see you’ve put a lot of thought into this.”
Tips penggunaan: Prinsip sandwich feedback sangat berguna di sini, yaitu mulai dengan pujian, sampaikan koreksi, lalu tutup dengan dorongan positif. Dengan cara ini, siswa lebih mudah menerima kritikan tanpa merasa direndahkan.
8. Menjelaskan dan Menegaskan Kembali
Ada kalanya kamu perlu menjelaskan ulang atau memberikan contoh tambahan karena siswa belum sepenuhnya memahami materi.
Frasa yang sering digunakan:
● “Let me put it another way.”
● “In other words, what I mean is…”
● “To give you an example of this…”
● “Let me break it down step by step.”
● “Think of it this way…”
Tips penggunaan: Frasa-frasa ini sangat berguna saat kamu menjelaskan konsep abstrak. Kombinasikan dengan visual seperti diagram atau gambar di papan tulis untuk memperkuat pemahaman siswa.
Frasa yang sering digunakan:
● “Let me put it another way.”
● “In other words, what I mean is…”
● “To give you an example of this…”
● “Let me break it down step by step.”
● “Think of it this way…”
Tips penggunaan: Frasa-frasa ini sangat berguna saat kamu menjelaskan konsep abstrak. Kombinasikan dengan visual seperti diagram atau gambar di papan tulis untuk memperkuat pemahaman siswa.
9. Mengakhiri Kelas dengan Baik
Sesi penutup yang baik membuat siswa pergi dengan pemahaman yang komprehensif tentang apa yang sudah dipelajari hari itu. Jangan biarkan kelas berakhir begitu saja tanpa kesimpulan.
Frasa yang sering digunakan:
● “Let’s wrap up for today.”
● “Before you go, let’s review what we’ve covered.”
● “For homework, please complete exercise three on page thirty.”
● “We’ll continue this topic next time.”
● “Any final questions before we finish?”
● “Great work today, everyone. See you next class!”
Tips penggunaan: Luangkan minimal tiga hingga lima menit di akhir pelajaran untuk sesi penutup. Minta satu atau dua siswa untuk merangkum apa yang sudah dipelajari dengan kalimat mereka sendiri. Ini adalah cara yang efektif untuk mengecek pemahaman sekaligus menutup kelas dengan bermakna.
Frasa yang sering digunakan:
● “Let’s wrap up for today.”
● “Before you go, let’s review what we’ve covered.”
● “For homework, please complete exercise three on page thirty.”
● “We’ll continue this topic next time.”
● “Any final questions before we finish?”
● “Great work today, everyone. See you next class!”
Tips penggunaan: Luangkan minimal tiga hingga lima menit di akhir pelajaran untuk sesi penutup. Minta satu atau dua siswa untuk merangkum apa yang sudah dipelajari dengan kalimat mereka sendiri. Ini adalah cara yang efektif untuk mengecek pemahaman sekaligus menutup kelas dengan bermakna.

10. Mengelola Situasi Tidak Terduga
Tidak semua yang terjadi di kelas bisa direncanakan. Kemampuan menghadapi situasi tak terduga dalam bahasa Inggris dengan tenang adalah tanda guru yang berpengalaman.
Frasa yang sering digunakan:
● “That’s an interesting question. Let me think about it.”
● “I’m not entirely sure about that. Let me look it up and get back to you.”
● “Let’s park that question for now and come back to it later.”
● “I appreciate you bringing that up. It’s beyond today’s topic, but…”
● “It seems we’re running short on time. Let’s continue this next session.”
Tips penggunaan: Jangan takut untuk mengatakan “I’m not sure” di depan siswa. Sikap jujur dan terbuka justru membangun kepercayaan. Yang penting, selalu tindak lanjuti pertanyaan yang belum terjawab di pertemuan berikutnya.
Frasa yang sering digunakan:
● “That’s an interesting question. Let me think about it.”
● “I’m not entirely sure about that. Let me look it up and get back to you.”
● “Let’s park that question for now and come back to it later.”
● “I appreciate you bringing that up. It’s beyond today’s topic, but…”
● “It seems we’re running short on time. Let’s continue this next session.”
Tips penggunaan: Jangan takut untuk mengatakan “I’m not sure” di depan siswa. Sikap jujur dan terbuka justru membangun kepercayaan. Yang penting, selalu tindak lanjuti pertanyaan yang belum terjawab di pertemuan berikutnya.
Tips Tambahan: Cara Mempraktikkan Classroom English Sehari-hari
Menghafal frasa-frasa di atas saja tidak cukup. Kamu perlu mempraktikkannya secara aktif agar kelak bisa menggunakannya secara spontan di depan kelas. Berikut beberapa strategi yang bisa kamu coba:
Latihan micro-teaching: Minta teman atau rekan sesama calon guru untuk menjadi “siswa” sementara kamu berpura-pura mengajar. Fokuskan latihan pada penggunaan classroom language di setiap bagian pelajaran, mulai dari pembukaan hingga penutup.
Tonton video guru native speaker: Platform seperti YouTube menyediakan banyak video rekaman kelas nyata dari guru-guru di Amerika, Inggris, dan Australia. Perhatikan bagaimana mereka menggunakan frasa-frasa tersebut secara natural, termasuk intonasi dan bahasa tubuhnya.
Buat catatan frasa pribadi: Setiap kali menemukan frasa baru yang menarik dari video, buku, atau percakapan, catat dalam satu buku khusus. Kelompokkan berdasarkan fungsinya: pembukaan, instruksi, feedback, penutup, dan sebagainya. Review secara rutin.
Rekam diri sendiri: Praktikkan satu segmen pelajaran sendirian dan rekam menggunakan ponsel. Dengarkan kembali dan evaluasi: apakah frasa yang digunakan sudah tepat? Apakah terdengar natural? Intonasi seperti apa yang perlu diperbaiki?
Latihan micro-teaching: Minta teman atau rekan sesama calon guru untuk menjadi “siswa” sementara kamu berpura-pura mengajar. Fokuskan latihan pada penggunaan classroom language di setiap bagian pelajaran, mulai dari pembukaan hingga penutup.
Tonton video guru native speaker: Platform seperti YouTube menyediakan banyak video rekaman kelas nyata dari guru-guru di Amerika, Inggris, dan Australia. Perhatikan bagaimana mereka menggunakan frasa-frasa tersebut secara natural, termasuk intonasi dan bahasa tubuhnya.
Buat catatan frasa pribadi: Setiap kali menemukan frasa baru yang menarik dari video, buku, atau percakapan, catat dalam satu buku khusus. Kelompokkan berdasarkan fungsinya: pembukaan, instruksi, feedback, penutup, dan sebagainya. Review secara rutin.
Rekam diri sendiri: Praktikkan satu segmen pelajaran sendirian dan rekam menggunakan ponsel. Dengarkan kembali dan evaluasi: apakah frasa yang digunakan sudah tepat? Apakah terdengar natural? Intonasi seperti apa yang perlu diperbaiki?
Catatan
Pertama, penguasaan classroom English sebaiknya dipelajari beriringan dengan pemahaman tentang Content and Language Integrated Learning (CLIL), yaitu pendekatan pembelajaran di mana bahasa Inggris digunakan sekaligus sebagai media dan objek belajar. Dengan memahami CLIL, kamu akan lebih mudah menyesuaikan penggunaan bahasa Inggris dengan konten mata pelajaran yang kamu ampu.
Kedua, penting untuk menyadari bahwa classroom English untuk guru bukan berarti kamu harus sempurna setiap saat. Aksen, kesalahan kecil, atau sesekali berhenti mencari kata yang tepat adalah hal yang sangat manusiawi. Yang lebih penting adalah konsistensi dan ketulusan dalam berusaha menciptakan lingkungan belajar yang nyaman menggunakan bahasa Inggris.
Kedua, penting untuk menyadari bahwa classroom English untuk guru bukan berarti kamu harus sempurna setiap saat. Aksen, kesalahan kecil, atau sesekali berhenti mencari kata yang tepat adalah hal yang sangat manusiawi. Yang lebih penting adalah konsistensi dan ketulusan dalam berusaha menciptakan lingkungan belajar yang nyaman menggunakan bahasa Inggris.
Menguasai 10 frasa esensial classroom English untuk guru yang telah dibahas di artikel ini adalah langkah konkret yang bisa kamu mulai hari ini juga dalam mempersiapkan diri menjadi guru sekolah internasional yang kompeten. Dari membuka kelas dengan penuh energi, memberikan instruksi yang jelas, mengelola kelas dengan tegas namun penuh empati, hingga menutup pelajaran dengan bermakna, setiap frasa memiliki peran penting dalam membentuk pengalaman belajar siswa yang berkualitas. Semakin kamu terbiasa menggunakannya, semakin natural dan percaya diri kamu tampil di depan kelas.
Namun, tentu saja belajar sendiri dari daftar frasa memiliki keterbatasan. Untuk benar-benar menguasai classroom English untuk guru secara komprehensif, kamu membutuhkan lingkungan belajar yang terstruktur, umpan balik dari instruktur berpengalaman, serta kesempatan untuk berlatih langsung melalui simulasi mengajar atau micro-teaching. Semua komponen ini tersedia dalam satu program yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhanmu sebagai calon guru atau guru aktif yang ingin mengajar dalam bahasa Inggris.
Program English for Teaching di Telkom University Language Center (LaC) hadir sebagai solusi yang komprehensif dan terpercaya. Dengan 20 pertemuan intensif (40 jam), kamu akan belajar langsung dari instruktur native speaker, pakar EMI, hingga praktisi berpengalaman di bidangnya. Kelas terbatas hanya untuk 5 peserta per sesi, sehingga kamu mendapatkan perhatian dan umpan balik yang personal. Program ini tersedia dalam mode onsite dan online dengan biaya Rp9.500.000 untuk civitas Telkom University, dan Rp10.545.000 untuk umum. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensimu! Daftar sekarang di lac.telkomuniversity.ac.id/kursus-bahasa/english-for-teaching/ dan jadilah guru yang siap mengajar di panggung internasional.
Namun, tentu saja belajar sendiri dari daftar frasa memiliki keterbatasan. Untuk benar-benar menguasai classroom English untuk guru secara komprehensif, kamu membutuhkan lingkungan belajar yang terstruktur, umpan balik dari instruktur berpengalaman, serta kesempatan untuk berlatih langsung melalui simulasi mengajar atau micro-teaching. Semua komponen ini tersedia dalam satu program yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhanmu sebagai calon guru atau guru aktif yang ingin mengajar dalam bahasa Inggris.
Program English for Teaching di Telkom University Language Center (LaC) hadir sebagai solusi yang komprehensif dan terpercaya. Dengan 20 pertemuan intensif (40 jam), kamu akan belajar langsung dari instruktur native speaker, pakar EMI, hingga praktisi berpengalaman di bidangnya. Kelas terbatas hanya untuk 5 peserta per sesi, sehingga kamu mendapatkan perhatian dan umpan balik yang personal. Program ini tersedia dalam mode onsite dan online dengan biaya Rp9.500.000 untuk civitas Telkom University, dan Rp10.545.000 untuk umum. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensimu! Daftar sekarang di lac.telkomuniversity.ac.id/kursus-bahasa/english-for-teaching/ dan jadilah guru yang siap mengajar di panggung internasional.
Gutentor Advanced Text
Eksplorasi konten lain dari Telkom University Language Center
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.