
Belajar Bahasa Inggris dari Kisah Isra Miraj & Kosakata Religi
Momen peringatan hari besar keagamaan selalu menjadi waktu yang tepat untuk merenung, sekaligus menjadi kesempatan unik untuk memperkaya diri dengan ilmu baru. Salah satu cara yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa yang dinamis adalah dengan belajar bahasa Inggris dari kisah Isra Miraj yang penuh dengan makna mendalam. Dengan mengintegrasikan peristiwa spiritual ini ke dalam proses belajar, kita tidak hanya mendapatkan pahala dari mengingat perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mampu menguasai berbagai istilah teknis dan ungkapan dalam bahasa internasional secara lebih kontekstual dan bermakna
.
Bagi teman-teman di Telkom University yang sedang berjuang meningkatkan skor TOEFL atau sekadar ingin lancar cas-cis-cus dalam percakapan sehari-hari, metode belajar berbasis tema seperti ini sangat efektif. Seringkali kita merasa bosan jika hanya menghafal kamus secara alfabetis. Namun, ketika kita mempelajari kosakata melalui sebuah narasi besar yang sudah familiar di hati dan pikiran kita, memori otak cenderung akan menyimpannya lebih lama. Inilah yang disebut dengan contextual learning, di mana bahasa dipelajari sebagai alat untuk menyampaikan sebuah nilai dan cerita.
Dalam artikel kali ini, kita akan menyelami lebih dalam mengenai berbagai kosakata religi dan bagaimana menceritakan kembali nilai-nilai moral dari peristiwa Isra Miraj menggunakan bahasa Inggris. Harapannya, artikel ini bisa menjadi panduan praktis bagi kamu yang ingin tetap produktif di hari libur keagamaan. Mari kita mulai perjalanan literasi kita, mengeksplorasi keajaiban langit melalui kacamata linguistik, dan melihat bagaimana bahasa Inggris dapat menjadi jembatan untuk mensyiarkan nilai-nilai kebaikan kepada dunia yang lebih luas.

A. Sekilas Tentang Kisah Isra Miraj dalam Konteks Global
Isra Miraj dikenal sebagai perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra), kemudian naik ke Sidratul Muntaha (Miraj). Dalam konteks global, kisah ini sering diperkenalkan sebagai The Night Journey dalam literatur berbahasa Inggris.
Mempelajari kisah Isra Miraj dalam bahasa Inggris membantu pelajar memahami bagaimana konsep-konsep Islam dijelaskan secara universal. Ini penting, terutama bagi mahasiswa yang ingin berdiskusi tentang agama dan budaya dalam forum internasional, pertukaran pelajar, atau karya tulis akademik berbahasa Inggris.
Selain itu, pendekatan ini melatih kemampuan reading comprehension sekaligus memperluas wawasan lintas budaya, karena kita belajar menyampaikan nilai lokal dengan bahasa global.
B. Kosakata Religi Bahasa Inggris dari Kisah Isra Miraj
Untuk memperkaya kosakata religi bahasa Inggris kamu, berikut adalah daftar kata yang sering muncul saat kita membahas topik keagamaan, khususnya yang berkaitan dengan peristiwa besar:
1. Divine Revelation (Wahyu Ilahi): Pesan yang diterima Nabi dari Tuhan.
2. Celestial (Langit/Surgawi): Sering digunakan untuk menggambarkan benda-benda atau kejadian di langit.
3. Worship (Ibadah/Menyembah): Kegiatan utama yang diperintahkan melalui hasil Isra Miraj (Shalat).
4. Devotion (Ketaatan/Pengabdian): Sikap penuh totalitas kepada Sang Pencipta.
5. Journey (Perjalanan): Meskipun mirip dengan travel, kata journey sering bermakna lebih dalam atau bersifat spiritual.
6. Sanctity (Kesucian): Merujuk pada tempat-tempat suci seperti Baitul Maqdis.
7. Patience (Kesabaran): Sifat yang diuji sebelum peristiwa Isra Miraj terjadi (Amul Huzni atau Tahun Kesedihan).
Menggunakan kata-kata di atas dalam kalimat akan membuat kemampuan writing kamu terlihat lebih akademik dan berbobot. Contoh: “The Prophet’s journey was a divine sign of his high status in the eyes of God.”
C. Memahami Nilai Moral dalam Bahasa Inggris
Setiap cerita besar pasti memiliki pesan yang ingin disampaikan. Mari kita bedah beberapa nilai moral dalam bahasa Inggris yang bisa kita petik dari kisah Isra Miraj:
1. Resilience (Ketangguhan)
Sebelum mengalami Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW menghadapi tahun yang sangat berat. Dalam bahasa Inggris, kita menyebut kemampuan bangkit dari keterpurukan sebagai resilience.
• Value: “Hardship often precedes greatness.” (Kesulitan seringkali mendahului keagungan).
2. Faith and Trust (Iman dan Kepercayaan)
Kisah ini menguji logika. Ketika Nabi menceritakannya, banyak yang tidak percaya. Namun, Abu Bakar ash-Siddiq menunjukkan unwavering faith (iman yang tak tergoyahkan).
• Value: “True belief goes beyond what the eyes can see.” (Keyakinan sejati melampaui apa yang bisa dilihat mata).
3. Responsibility (Tanggung Jawab)
Oleh-oleh utama dari Isra Miraj adalah perintah shalat 5 waktu. Ini adalah bentuk responsibility seorang hamba. Shalat merupakan pillar of faith (tiang agama).
• Value: “Discipline in worship builds strong character.” (Disiplin dalam ibadah membangun karakter yang kuat).

D. Belajar Grammar dari Kalimat Bertema Religi
Selain kosakata, kisah Isra Miraj juga bisa digunakan untuk belajar grammar sederhana, misalnya:
• Simple Past Tense
The Prophet traveled from Mecca to Jerusalem in one night.
• Present Simple untuk nilai universal
Prayer teaches discipline and strengthens faith.
Pendekatan ini membantu pelajar memahami grammar melalui konteks, bukan sekadar rumus.
E. Mengasah Empat Skill Bahasa Inggris Sekaligus
Belajar bahasa Inggris dari kisah Isra Miraj dapat melatih empat kemampuan utama:
• Listening: mendengarkan ceramah atau cerita Isra Miraj versi bahasa Inggris
• Reading: membaca artikel atau cerita pendek tentang The Night Journey
• Speaking: menceritakan kembali kisah Isra Miraj dalam bahasa Inggris
• Writing: menulis refleksi nilai moral Isra Miraj dalam bahasa Inggris
Metode ini sangat efektif untuk pembelajar pemula hingga menengah.
F. Tips Belajar Bahasa Inggris yang Menyenangkan
Mempelajari bahasa bukan hanya soal rumus tenses yang bikin pusing. Kamu bisa menggunakan pendekatan “Storytelling”. Cobalah untuk menulis ringkasan singkat kisah Isra Miraj dalam 5-10 kalimat bahasa Inggris. Gunakan kamus untuk mencari padanan kata yang tepat. Jangan takut salah grammar di awal, karena yang terpenting adalah fluency (kelancaran) dan keberanian menuangkan ide.
Selain itu, kamu juga bisa menonton video dokumenter singkat di YouTube mengenai “The Night Journey” dalam bahasa Inggris. Aktifkan subtitle bahasa Inggris untuk melatih kemampuan listening dan reading secara bersamaan. Ini adalah cara yang sangat efektif bagi mahasiswa untuk belajar secara mandiri (self-taught).
G. Mengapa Pendekatan Kontekstual Lebih Efektif?
Belajar bahasa Inggris melalui tema religi atau budaya membuat kita memiliki “bahan pembicaraan”. Bayangkan jika kamu sedang mengikuti pertukaran pelajar atau internship di luar negeri, lalu ada teman dari negara lain bertanya tentang hari libur Isra Miraj di Indonesia. Jika kamu sudah mempelajari kosakatanya hari ini, kamu akan sangat lancar menjelaskan identitas budaya dan agamamu dengan penuh percaya diri. Ini bukan lagi sekadar belajar bahasa, tapi belajar diplomasi budaya.

Belajar bahasa Inggris tidak harus selalu dimulai dari materi yang jauh dari kehidupan kita. Kisah Isra Miraj membuktikan bahwa nilai spiritual dan pembelajaran bahasa dapat berjalan beriringan. Dengan pendekatan yang tepat, bahasa Inggris bisa dipelajari secara lebih bermakna, relevan, dan menyenangkan.
Melalui kosakata religi, nilai moral, serta latihan empat skill bahasa, pembelajar dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus memperdalam refleksi diri. Inilah bentuk pembelajaran kontekstual yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membangun karakter.
Jika kamu ingin belajar bahasa Inggris dari dasar secara terstruktur dan profesional, Kursus General English di Telkom University adalah pilihan tepat. Program ini dirancang untuk meningkatkan grammar, vocabulary, serta kemampuan listening, reading, speaking, dan writing secara bertahap.
Daftar sekarang di: https://lac.telkomuniversity.ac.id/kursus-bahasa/general-english/
Penulis: Pusat Bahasa Tel-U | Editor: Auliya Rahman P | Foto: Pusat Bahasa Tel-U
Eksplorasi konten lain dari Telkom University Language Center
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.