
Bahasa Jepang di Dunia Kerja (Part 1): Etika Kerja yang Wajib Dikuasai
Bekerja di Jepang atau di perusahaan Jepang tidak cukup hanya menguasai bahasa Jepang secara teknis. Bahasa Jepang di dunia kerja memiliki aturan, nuansa, dan etika tersendiri yang sangat berbeda dengan percakapan sehari-hari. Banyak pembelajar bahasa Jepang yang secara tata bahasa sudah baik, tetapi masih kesulitan beradaptasi dalam konteks profesional.
Jepang dikenal sebagai negara dengan budaya kerja yang menjunjung tinggi sopan santun, hierarki, serta komunikasi yang tidak langsung. Kesalahan kecil dalam pemilihan kata, intonasi, atau sikap bisa berdampak besar pada hubungan kerja. Oleh karena itu, memahami etika dan ekspresi kerja dalam bahasa Jepang menjadi bekal penting sebelum terjun ke dunia profesional.
Melalui artikel ini, kamu akan mengenal etika kerja khas Jepang, berbagai ekspresi bahasa Jepang yang wajib dikuasai di lingkungan profesional, serta tips praktis agar lebih percaya diri menghadapi dunia kerja Jepang, baik di dalam negeri maupun langsung di Jepang.

A. Mengapa Bahasa Jepang di Dunia Kerja Berbeda?
Dalam budaya Jepang, bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga cerminan sikap dan rasa hormat. Bahasa Jepang mengenal sistem keigo (敬語) atau bahasa hormat, yang penggunaannya sangat penting di dunia kerja.
Perbedaan utama bahasa Jepang di dunia kerja:
- Lebih formal dan tidak langsung
- Banyak menggunakan ungkapan sopan dan rendah hati
- Menyesuaikan lawan bicara (atasan, klien, rekan kerja)
Tidak jarang, kalimat yang terdengar “berputar-putar” justru dianggap paling sopan dan profesional dalam budaya Jepang.
B. Etika Kerja Jepang yang Wajib Dipahami
1. Ketepatan Waktu adalah Harga Diri
Di Jepang, datang tepat waktu berarti datang lebih awal. Datang terlambat, meski hanya beberapa menit, dianggap tidak profesional dan tidak menghargai orang lain.
2. Konsep Senpai–Kohai
Hubungan senior (senpai) dan junior (kohai) sangat kuat. Junior diharapkan:
- Menghormati senior
- Menggunakan bahasa sopan
- Mendengarkan dan belajar, bukan membantah
3. Budaya Kerja Tim
Keputusan sering diambil secara kolektif. Menonjolkan diri secara berlebihan justru bisa dipandang negatif. Kerja tim lebih dihargai daripada prestasi individu.
4. Etika Salam (Aisatsu)
Memberi salam adalah hal wajib:
- Masuk kantor
- Bertemu rekan kerja
- Memulai dan mengakhiri rapat
Salam sederhana bisa membangun kesan profesional yang kuat.
C. Ekspresi Bahasa Jepang Dasar di Lingkungan Kerja
Berikut beberapa ekspresi bahasa Jepang profesional yang wajib kamu kuasai:
1. Salam dan Ungkapan Umum
- おはようございます (Ohayou gozaimasu) – Selamat pagi
- お疲れ様です (Otsukaresama desu) – Terima kasih atas kerja kerasnya
- 失礼します (Shitsurei shimasu) – Permisi / pamit
2. Meminta Izin dan Maaf
- 申し訳ございません (Moushiwake gozaimasen) – Mohon maaf (sangat formal)
- 少々お待ちください (Shoushou omachi kudasai) – Mohon tunggu sebentar
3. Bahasa Saat Rapat
- ご確認ください (Gokakunin kudasai) – Mohon dicek
- 検討します (Kentou shimasu) – Akan kami pertimbangkan
Ungkapan seperti ini terdengar sederhana, tetapi sangat penting dalam komunikasi profesional.

D. Mengenal Keigo: Kunci Bahasa Jepang Profesional
Keigo terbagi menjadi tiga:
- Sonkeigo (bahasa hormat) – untuk menghormati lawan bicara
- Kenjougo (bahasa merendahkan diri) – untuk merendahkan diri sendiri
- Teineigo (bahasa sopan) – bentuk dasar formal
Contoh:
- 言う (iu – berkata)
- Sonkeigo: おっしゃる
- Kenjougo: 申す
Menguasai keigo memang tidak mudah, tetapi sangat penting untuk bekerja di lingkungan Jepang.
E. Kesalahan Umum Pembelajar Bahasa Jepang di Dunia Kerja
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Terlalu sering menggunakan bahasa kasual
- Salah memilih tingkat kesopanan
- Terlalu langsung menyampaikan pendapat
- Kurang memahami konteks budaya
Kesalahan ini bisa diminimalkan dengan latihan dan pembelajaran yang terstruktur.
F. Kesalahan Umum Pembelajar Bahasa Jepang di Dunia Kerja
- Biasakan mendengar percakapan formal (drama kantor, video bisnis Jepang)
- Latihan role-play situasi kerja
- Pelajari budaya kerja bersamaan dengan bahasanya
- Ikuti kursus yang fokus pada komunikasi profesional
Belajar sendiri memang memungkinkan, tetapi bimbingan pengajar berpengalaman akan mempercepat pemahaman.
G. Peluang Karier bagi yang Menguasai Bahasa Jepang
Menguasai bahasa Jepang membuka banyak peluang:
- Bekerja di perusahaan Jepang di Indonesia
- Karier langsung di Jepang
- Interpreter, translator, atau staf administrasi
- Industri manufaktur, teknologi, dan pendidikan
Bahasa Jepang bukan hanya nilai tambah, tetapi bisa menjadi penentu diterima atau tidaknya seseorangdi dunia kerja.

Menguasai bahasa Jepang di dunia kerja berarti memahami lebih dari sekadar kosakata dan tata bahasa. Etika, cara berbicara, serta sikap profesional adalah bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari bahasa itu sendiri.Bagi kamu yang sedang belajar bahasa Jepang atau berencana bekerja di Jepang, mempersiapkan diri sejak dini adalah langkah cerdas.
Dengan pemahaman yang tepat, kamu tidak hanya mampu berkomunikasi, tetapi juga membangun kepercayaan dan hubungan kerja yang baik.
Jika kamu ingin belajar bahasa Jepang secara terarah, praktis, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, Kursus Bahasa Jepang Pusat Bahasa Telkom University bisa menjadi pilihan tepat. Program ini dirancang untuk membantu kamu siap bersaing secara profesional.
Daftar sekarang di:
https://lac.telkomuniversity.ac.id/kursus-bahasa/bahasa-jepang/
📌Detail Program:
- Biaya: Rp985.000 (Civitas Tel-U) | Rp1.093.350 (Non Civitas Tel-U)
- Pendaftaran: 22 Desember 2025 – 4 Januari 2026
- Mulai Belajar: 19 Januari 2026
- Jadwal:
- Kelas Sore: 16.00 – 17.30 WIB
- Kelas Malam: 19.00 – 20.30 WIB
- Mode: Online
- 24 Pertemuan (3x/minggu: Senin, Rabu, Jumat)
Eksplorasi konten lain dari Telkom University Language Center
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.